Seks dan Napza Penyebab Kasus HIV-AIDS Meningkat di Kabupaten Badung

oleh
Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa membuka pelatihan mahasiswa peduli AIDS di Kampus STIKES Bina Usada Bali, Banjar Padang Luwih Dalung, Rabu (11/4/2018). (Ist)
banner 300250

Badung, suarabali.com – Kasus HIV-AIDS di Kabupaten Badung beberapa tahun terakhir meningkat tajam. Bedasarkan data dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Badung, jumlah pengidap HIV-AIDS di Kabupaten Badung hingga Desember 2017 mencapai 2.902 kasus, terdiri dari HIV 1.738 kasus dan AIDS 1.164 kasus.

Dari total kasus HIV-AIDS tersebut, sebanyak 2.440 orang (90,5 persen) dari kelompok umur 20-49 tahun. Artinya, jika sejak terinfeksi sampai masuk ke kondisi AIDS lamanya 5 tahun, maka usia terendah saat terinfeksi sekitar 15-24 tahun. Jalur penularannya terbesar pada usia muda adalah dari hubungan seksual dan penyalahgunaan napza.

“Kaum muda yang memiliki pengetahuan yang komprehensif tentang HIV dan AIDS baru 21,3 persen. Hasil ini perlu mendapat perhatian khusus, bagaimana kaum muda dapat mencegah penularan HIV-AIDS,” kata Ketua Pelaksana KPA yang juga Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa saat membuka pelatihan mahasiswa peduli AIDS se-Kabupaten Badung di Kampus STIKES Bina Usada Bali, Banjar Padang Luwih Dalung, Rabu (11/4/2018).

Pelatihan tersebut merupakan kali pertama diadakan KPA Kabupaten Badung, bahkan di Provinsi Bali. Itu sebabnya, Suiasa menyambut baik pelatihan mahasiswa peduli AIDS ini sebagai salah satu upaya penanggulangan HIV-AIDS dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan perguruan tinggi negeri dan swasta di Kabupaten Badung.

Menurut dia, mahasiswa peduli AIDS adalah bentuk kegiatan pemberdayaan remaja kampus agar terhindar dari penularan HIV-AIDS dan bahaya penyalahgunaan narkotika. Sasaran program mahasiswa peduli AIDS adalah perguruan tinggi yang berstatus negeri atau swasta di Kabupaten Badung.

“Keberadaan mahasiswa perduli AIDS harus terus ditingkatkan eksistensinya. Selain itu, juga harus didukung semua pihak agar program mahasiswa perduli AIDS di perguruan tinggi dapat terus ditingkatkan, baik secara kualitas maupun kuantitas,” kata Suiasa.

Ketua panitia pelatihan, Gede Teda mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang HIV-AIDS, narkoba, dan kesehatan reproduksi di perguruan tinggi negeri dan swasta di Kabupaten Badung.

Selain itu, untuk melatih mahasiswa peduli AIDS, terbentuknya Kelompok Mahasiswa Peduli AIDS (KMPA), menjadikan mahasiswa memiliki keterampilan ketahanan hidup dalam menghadapi masalah pergaulan remaja dan menjadikan aktivitas remaja yang potensial sebagai model yang paling baik untuk remaja seusianya.

Pelatihan tersebut diikuti 45 peserta dari perwakilan perguruan tinggi negeri dan swasta di Kabupaten Badung dan berlangsung selama tiga hari. (*/Sir)