Sekda Badung Minta BLUD Jaga Kualitas Layanan Masyarakat

oleh
Sekda Badung Wayan Adi Arnawa membuka Bintek dan Evaluasi persiapan penilaian BLUD bagi tim penilai dan UPT Puskesmas di Kabupaten Badung di Puspem Badung, Selasa (10/9/2019). (Ist)
banner 300250

Badung, suarabali.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Badung Wayan Adi Arnawa membuka bintek dan evaluasi persiapan penilaian BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) bagi tim penilai dan UPT Puskesmas di Kabupaten Badung, Selasa (10/9/2019).

Acara yang berlangsung di Puspem Badung ini juga dihadiri oleh para kepala OPD terkait, Ketua BPKP (Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan) Provinsi Bali yang diwakili oleh Kordinator Pengawas Akuntan Negara Martiknyo, Kepala Puskesmas se-Kabupaten Badung, dan narasumber dari BPKP (Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan) perwakilan Bali sebanyak tiga orang.

Sekda Badung Wayan Adi Arnawa mengapresiasi pelaksanaan Bintek BLUD sebagai implementasi reformasi birokrasi. Selama ini, menurut dia, puskesmas-puskesmas langsung ke Dinas Kesehatan. Namun, dengan paradigma yang baru ini, dia berharap akan lebih lincah ketika Puskesmas diberikan garda baru BLUD.

“Ini sama dengan rumah sakit yang kita punya, RSUD Mangusada. Khusus untuk kepala puskesmas untuk lebih memahami dalam rangka mengelola keuangan selaku BLUD nanti, dengan harapan menjaga kualitas layanan,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, puskesmas sebagai unit pelaksana teknis organisasi Perangkat Daerah Dinas Kesehatan sesuai Peraturan Bupati Badung Nomor 50 Tahun 2018 tentang kedudukan susunan organisasi petugas dan tata kerja unit pelaksana teknis daerah di lingkungan Pemerintah Daerah, yang ingin menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) harus memenuhi persyaratan substantif teknis dan administratif.

Sesuai dengan pengertian BLUD dan PPK-BLUD, kata dia, Puskesmas BLUD dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan atau jasa yang dijual tanpa pungutan mencari keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas.

Sementara Sekretaris Kesehatan Nyoman Oka Jenyana mengatakan Bintek BLUD ini bertujuan menyamakan persepsi antara tim penilai dengan pelaksana BLUD, khususnya di puskesmas. Inti BLUD itu adalah seleksi intibilitas pengolahan keuangan atau SDM untuk mempercepat pelayanan tanpa meninggalkan kualitas pelayanan.

Bintek yang diikuti 30 peserta ini digelar selama tiga hari. “Bintek ini kami mohon diikuti dengan bagus dan serius, sehingga apa yang dicita-citakan awal tahun 2020, yaitu seluruh UPT Puskesmas Kabupaten Badung sudah bisa ditetapkan sebagai BLUD penuh seperti di RSUD Mangusada,” harapnya. (*)