Sejarah Letusan Gunung Indonesia Terbesar Dalam Sejarah Dunia

oleh
banner 300250

Indonesia,suarabali.com –  Indonesia adalah negara dengan gunung berapi terbanyak didunia. Nusantara sejak ribuan tahun silam dikenal sebagai wilayah “ring of fire”, cincin api yang aktif.

Keganasan letusan gunung api Indonesia diakui oleh kalangan saintis dunia. Bahkan ada gunung Nusantara yang meletup sampai menutup atmosfer bumi, membuat matahari tidak mampu menyinari bumi, suhu drop drastis, udara dingin mencekam, kelaparan dan gagal panen diseluruh dunia.

Dalam sejarah tercatat peristiwa besar letusan gunung api Indonesia yan pernah terjadi dimasa silam. Beberapa diantaranya dicatat disini dalam rangkuman.

1. Gunung Krakatau
Gunung yang terletak di Selat Sunda ini meletus pada 26-27 Agustus 1883.
Letusan gunung ini juga terbilang sangat dahsyat dan efek debu vulkaniknya ikut mempengaruhi planet bumi sampai kedaratan Eropa.
Debu yang menutup langit membuat suhu bumi menukik turun menjadi lebih dingin, musim dingin di Eropa dan Asia menjadi lebih panjang. Jadi, bukan cuma wilayah Banten dan Nusantara yang kena dampaknya.
Ledakan dari gunung ini menyebabkan bencana besar di daerah seperti Banten.
Bahkan tak sedikit warga yang meninggal karena terkena muntahan material batuan panas.

2. Gunung Tambora
Gunung Tambora merupakan gunung stratovolcano aktif yang berada di antara Kabupaten Dompu dan Bima, Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Gunung tersebut pernah meletus pada 10 April 1815. Ledakan gunung ini dianggap salah satu paling dahsyat di Indonesia.
Bahkan, gunung Tambora juga masuk ke dalam catatan sejarah ledakan terdahsyat di dunia. Ledakan gunung ini merupakan puncak dari aktivitas vulkanik yang mulai meningkat hampir empat tahun.
Sekitar 71.000 orang di sekitar Sumbawa meninggal karena lava, dan juga penyakit akibat debu dari gunung. Dampak letusan gunung Tambora juga terasa hingga di semua pelosok dunia.

Sebuah gunung di Jepang menumpahkan debu dan material vulkanik

3. Gunung Samalas.
Gunung Samalas merupakan gunung yang telah digantikan oleh gunung Rinjani di Lombok.
Gunung ini telah hancur akibat erupsinya sendri. Erupsi gunung Samalasa terjadi pada tahun 1257. Letusan gunung ini mengeluarkan batu ke atmosfer bumi sekitar 10 juta kubik. Letusan dahsyat dia membuat gunung ini habis total.

4. Gunung Merapi
Sosok mbah Maridjan dikenal dan dikenang saat insiden letusan Gunung Merapi.
Sang juru kunci Gunung Merapi ini meninggat saat letusan gunung pada tahun 2010.
Fenomena yang mengerikan saat terjadinya letusan Gunung Merapi adalah wedhus gembel.
Tak sedikit korban jiwa berjatuhan akibat letusan ini. Sekitar 153 orang dan 320.000 warga lainnya harus rela kehilangan tempat tinggal.

5. Gunung Kelud
Gunung Kelud merupakan gunung yang berada terletak di Kediri, Jawa Timur.
Tahun 2014, Gunung Kelud meletus dengan letusan yang sangat besar.
Material yang dikeluarkan mengakibatkan beberapa bencana di beberapa kota di Pulau Jawa.

Hujan pasir juga melanda beebrapa kota seperti Kediri, Yogyakarta, Surabaya, dan kota lainnya.
Tak banyak korban jiwa dari letusan gunung ini karena banyak warga yang telah dievakuasi sebelum Gunung Kelud meletus.

6. Gunung Agung
Gunung Agung Bali sempat beberapa kali mengalami erupsi.
Letusan terdahsyatnya terjadi pada tahun 1963-1964.
Akibat dari letusan gunung ini dimasa silam, 1.549 orang meninggal, Sekitar 1.700 rumah hancur, sekitar 225.000 jiwa kehilangan mata pencaharian, dan sekitar 100.000 jiwa harus dievakuasi dari zona bahaya.

Catatan letusan Gunung Agung:
1. Letusan 1808
Gunung Agung meletus disertai uap dan abu vulkanik. Gunung ini melontarkan abu dan batu apung dalam jumlah luar biasa. Jejak sejarahnya adalah bukit-bukit batu yang mendominasi topografi Kabupaten Karangasem saat ini.
2. Letusan 1821
Ini merupakan kelanjutan aktivitas Gunung Agung sejak 1808. Tahun 1821 tidak ada data tersimpan dengan baik. Letusan yang berlangsung saat ini adalah letusan normal.

3. Letusan 1843
Letusan 1843 didahului serangkaian aktivitas kegempaan. Gunung Agung kembali memuntahkan material abu, pasir, dan batu apung.
Pada 1908, 1915, dan 1917, di berbagai tempat di dasar kawah dan pematang Gunung Agung tampak tembusan fumarola.

4. Letusan 1963
Letusan dimulai 18 Februari 1963 dan baru berakhir 27 Januari 1964. Letusan dahsyat ini mencatat korban 1.148 orang meninggal dunia dan 296 orang luka.
Letusan 1963 diawali gempa bumi ringan yang dirasakan penghuni Kampung Yeh Kori. Sehari kemudian terasa kembali gempa bumi di Kampung Kubu, di pantai timur laut kaki Gunung Agung, sekitar 11 kilometer dari lubang kepundannya.

Lalu, 18 Februari 1963, sekitar pukul 23.00 WITA di pantai utara terdengar suara gemuruh dalam tanah. 19 Februari 1963, pukul 01.00 WITA terlihat gumpalan asap dan bau gas belerang, disusul awan mengembus dari kepundan pukul 03.00 WITA. Dua jam kemudian terdengar dentuman perdana, disusul semburan batu-batu kecil hingga besar dan diakhiri semburan asap kelabu hingga kehitaman.
20 Februari 1963, letusan Gunung Agung kembali bergemuruh dengan lemparan bola api lebih besar. Penduduk Desa Kubu mulai panik dan mengungsi. 21 Februari 1963, asap tebal terus mengepul dari kawah. Letusan api dan suara gemuruh terus terdengar hingga 22 Februari 1963.

Wilayah Pura Besakih, Rendang, dan Selat dihujani batu-batu kecil dan tajam, pasir, dan hujan abu pada 23 Februari 1963. Hujan lumpur lebat turun di Besakih sehari kemudian, mengakibatkan bangunan-bangunan di sana roboh. Awan panas muncul.

25 Februari 1963, awan panas terus turun. Hujan lahar di Tukad Daya memutuskan akses wilayah Kubu dan Tianyar. 16 Februari 1963, lava dan hujan lahar mengalir hingga Desa Sogra, Sangkan Kuasa, Badegdukuh, dan Badegtengah. Penduduknya mengungsi ke selatan.

17 Maret 1963 merupakan puncak dari erupsi tersebut. Suara letusan berkurang dan hilang. Sisanya adalah aliran lahar ke wilayah-wilayah di bawahnya. Aktivitas Gunung Agung benar-benar berhenti 27 Januari 1964.

7. Gunung Galunggung
Letusan Gunung Galunggung terjadi pada 8-12 Oktober 1982. Tercatat letusan terdahsyatnya terjadi pada Juli tahun 1882.
Gunung ini terletak di Tasikmalaya Jawa Barat. Letusan gunung ini disertai petir dan menghasilkan hujan pasir kemerahan yang sangat panas.
Selain itu juga menghasilkan abu halus, awan panas serta lahar. Letusan ini telah menewaskan sekitar 4.011 jiwa dan menghancurkan 144 desa.

8. Gunung Toba
Mungkin kalian lebih kenal dengan nama Danau Toba. Sebelum terciptanya danau, area ini adalah sebuah gunung berapi yang berdiri dengan megah.
Sekitar 73.000 tahun yang lalu Gunung Toba meletus dan hampir memusnahkan hampir seluruh makhluk hidup di bumi.
Ledakan Gunung Toba disebut sebagai Supervolcano yang merupakan ledakan terhebat sepanjang sejarah gunung berapi didunia. Ledakan tersebut mengeluarkan 2.800 kilometer kubik abu vulkanik yang menyebar dan menyelimuti atmosfir bumi selama 6 tahun.

9. Gunung Papandayan
Wilayah Papandayan adalah area wisata paling terkenal di Jawa Barat. Daerah ini indah dan sangat dingin. Wisata lokal tumbuh subur disini.
Tapi tahukah bahwa Gunung Papandayan yang indah ini pernah meletus dan membunuh ribuan penduduk disana?
Papandayan adalah sebuah gunung api semi-aktif yang terletak di pulau Jawa, Indonesia. Pada 1772, gunung api ini meletus menghancurkan 40 desa di dekatnya. Lebih dari 3,000 orang terbunuh. Gunung api ini diperkirakan masih sangat berbahaya dan terus mengeluarkan asap dan letusan-letusan di tahun 1923, 1942, dan terus meningkatkan kekuatannya di tahun 2002. (Hsg)