Seekor Kucing dari Ukraina Dicekal Masuk Bali

oleh
banner 300250
Denpasar, suarabali.com – Rabies masih menjadi momok terbesar bagi hewan kesayangan seperti anjing dan kucing di Bali. Sejak Provinsi Bali ditetapkan sebagai kawasan karantina penyakit rabies pada 2008 sampai saat ini, segala upaya terkait pencegahan rabies terus dilakukan.
Seperti yang dilakukan pada Sabtu (16/11/2019) malam, pejbat Karantina Pertanian Denpasar wilayah kerja Ngurah Rai bersama Avsec Ngurah Rai mencegah dan menangkal (cekal) seekor kucing dari negara Ukraina masuk ke wilayah Bali.
Tindakan penolakan ini dilakukan berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan serta Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1696/Kpts/PD.610/12/2008 tentang Penetapan Provinsi Bali sebagai Kawasan Karantina Penyakit Anjing Gila (Rabies).
Menurut aturan ini, media pembawa rabies dilarang dimasukkan ke, transit di, dan dikeluarkan dari kawasan karantina.
Kucing yang masih berada di ruang kedatangan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai segera dikenakan tindakan karantina penolakan. Pemiliknya pun setuju.
Pejabat karantina kemudian mengawal langsung untuk memastikan si kucing dikembalikan ke negara asalnya.
Karantina Pertanian Denpasar akan terus melakukan upaya sesuai tugas dan fungsinya untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit rabies.
Dengan begitu, Bali diharpkan menjadi provinsi yang bebas dari penyakit rabies. (*)