Sebelum Diperiksa Polisi, Amien Rais Minta Kapolri Dicopot

oleh
Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais. (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Amien Rais akhirnya memenuhi panggilan polisi sebagai saksi untuk tersangka hoax aktivis Ratna Sarumpaet. Sebelum masuk ke ruang pemeriksaan, Ketua Dewan Kehormatan (Wanhor) PAN  itu minta agar Kapolri Jenderal Tito Karnavian dipecat.

“Anda semua ingin tahu, saya nggak akan perpanjang. Saya minta Pak Jokowi agar Pak Kapolri Tito Karnavian dicopot,” ujar Amien di Mapolda Metro Jaya, Rabu (10/10/2018).

Amien menyatakan itu sesaat sebelum masuk ke ruang Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Amien tidak menjelaskan panjang lebar alasan dia meminta Tito dicopot. Dia hanya menunjukkan lembaran koran nasional.

“Saya yakin stock kepemimpinan Polri yang jujur mengabdi ke bangsa dan negara banyak. Kita cinta polisi,” tutur Amien seperti diberitakan detik.com.

Ditemani sejumlah elite PAN, putrinya Tasniem Fauzia Rais, dan menantunya Ridho Rahmadi,  Amien bicara di depan wartawan. Amien memulai pernyataannya dengan mengutip pernyataan Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Setyo Wasisto yang menyebut pemanggilan Amien berdasarkan keterangan Ratna Sarumpaet.

“Ini surat panggilan untuk saya tanggal 2 Oktober yang katanya berdasarkan keterangan Sarumpaet, padahal Sarumpaet ditangkap tanggal 4 Oktober. Ini sangat janggal. Tanggal 2, Sarumpaet belum memberi keterangan apapun ke polisi,” ujar Amien.

Ratna ditahan polisi saat hendak berangkat ke luar negeri pada 4 Oktober 2018. Amien mempertanyakan hal itu. “Apakah ini upaya kriminalisasi? Wallahualam,” tutur Amien.

Ini merupakan pemanggilan kedua Amien Rais dalam kasus hoax Ratna Sarumpaet. Amien juga mempertanyakan kesalahan nama dalam surat pemanggilannya. “Nama yang tertulis pada surat panggilan saya tertulis Amin Rais. Padahal, nama saya jelas Muhammad Amien Rais,” kata Amien.

Amien Rais mengatakan sudah mengingatkan Polda Metro Jaya soal nama lengkapnya. Namun, di pemanggilan dirinya, nama lengkapnya tetap tak ditulis.

“Soal nama ini, saya mau tanya ke Ajun Komisaris Besar Polisi Jerry Raymond Siagian dan AKP Nico Purba, kenapa nama Muhammad tidak ditulis. Apakah alergi dengan nama Muhammad? Wallahualam,” ujar Amien.

Setelah menyampaikan beberapa poin pernyataan, Amien lantas masuk ke ruang Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Sementara itu, massa alumni 212 masih bertahan di depan Polda Metro Jaya guna melakukan aksi untuk mengawal pemeriksaan Amien. (*)