Satu Dari 100 Serangan Jantung Pria Terjadi Selama atau Sesudah Seks

oleh
banner 300250

Amerika, suarabali.com – Penelitian telah menemukan bahwa pria lebih mungkin terkena serangan jantung mendadak saat berhubungan seks atau setelah berhubungan seks dibandingkan dengan kaum wanita. Para dokter juga menyarankan agar wanita diajarkan melakukan pertolongan pernapasan darurat atu CPR jika serangan jantung terjadi.

Bagi banyak pria, ide untuk mati saat melakukan aktifitas seks atau setelah berhubungan seks dianggap sebagai salah satu cara terbaik untuk pergi, namun penelitian baru menunjukkan bahwa hal itu sebenarnya cukup langka.

Periset dari Pusat Heart Institute Cedars-Sinai menganalisis data dari Oregon dan menemukan hanya 0,7 persen orang yang meninggal karena serangan jantung mendadak telah melakukan aktivitas seksual hingga satu jam sebelumnya.

Para peneliti memeriksa data dari database Jumpdown Unexpected Death Study Oregon antara tahun 2002 dan 2015. Ada 32 kematian laki-laki dan hanya dua korban jiwa perempuan yang dalam aktifitas seks selama periode tersebut. Ada juga proporsi kematian yang lebih tinggi di antara pria ras Afrika-Amerika.

Pada bulan September, periset di Prancis mengungkapkan bahwa seorang pria yang menderita serangan jantung saat berhubungan seks, empat kali lebih mungkin meninggal daripada korban lainnya.

Para dokter di balik penelitian baru, yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology, telah menekankan pentingnya pendidikan publik tentang CPR.

Mereka menemukan bahwa dalam dua pertiga kasus, pasangan korban gagal untuk mencoba resusitasi napas buatan, biasanya karena mereka belum dilatih.

“Meskipun serangan jantung mendadak selama aktivitas seksual disaksikan oleh seorang pasangan, melakukan CPR hanya dilakukan sepertiga dari kasus tersebut,” kata Dr Sumeet Chugh, penulis studi senior dan direktur asosiasi dari Cedars-Sinai Heart Institute.

“Temuan ini menyoroti pentingnya upaya lanjutan untuk mendidik masyarakat tentang pentingnya latihan menjalankan pernapasan CPR untuk serangan jantung mendadak, terlepas dari keadaannya,” tambahnya.

Angka tersebut untuk serangan jantung mendadak, berlawanan dengan infark miokard, yang lebih dikenal sebagai serangan jantung. Serangan jantung mendadak membunuh sekitar 350.000 orang setiap tahun di Amerika Serikat. (Hsg)