Satpol PP Tertibkan Baliho yang Merusak Keindahan Kota Denpasar

oleh
Satpol PP Kota Denpasar mencopot baliho di jalan-jalan protokol. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar kembali menertibkan baliho, spanduk, dan pamflet usang di beberapa sudut Kota Denpasar, Selasa (2/10/2018). Penertiban ini dilakukan di kawasan Jalan Gatot Subroto, Jalan Mahendradata, Jalan Teuku Umar, Jalan imam Bonjol, Jalan Gajah Mada, dan Jalan WR Supratman.

Ada sebanyak 35 baliho, spanduk, dan pamflet yang terdiri atas iklan dan APK yang berhasil ditertibkan.

Kasat Pol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan penertiban itu rutin dilakukan Satpol PP Kota Denpasar untuk menjaga kebersihan dan keindahan kota. “Penertiban ini harus dilaksanakan untuk menjaga keindahan dan kebersihan Kota Denpasar,” ujarnya.

Dewa Sayoga mengatakan puluhan baliho yang ditertibkan adalah baliho yang sudah lewat masa izin pemasangannya. Tidak hanya itu, pihaknya juga menertibkan baliho dan spanduk yang sudah rusak. Sebelum penertiban dilakukan, pihaknya berkoordinasi dengan elemen masyarakat untuk bersama-sama menurunkan baliho yang masa berlakunya sudah habis.

Meski demikian, masih banyak baliho yang sudah  kadaluwarsa tidak diturunkan oleh pemiliknya. Selain itu, pemasangan baliho, spanduk, dan sarana lainnya masih dilakukan dengan menempel dan memasang paku pada pohon.

“Sasaranya adalah baliho, spanduk, dan pamflet yang telah usang, rusak, kadaluwarsa serta melanggar aturan. Hal inilah yang membuat jalan perkotaan semrawut, kumuh, dan  merusak pemandangan kota,” tambahnya.

Sedangkan untuk Alat Peraga Kampanye (APK), Satpol PP bergerak atas dasar permohonan dari KPU Kota Denpasar Nomor 2787/PP.08-SD/KPU-Kot/IX/2018 tentang Kampanye Pemilu 2019. Disepekati bahwa pemasangan seluruh APK setelah pelaksanaan IMF-WBG Annual Meeting pada 8-14 Oktober 2018.

“Untuk APK ini kita merujuk pada surat KPU dan kesepakatan bersama bahwa pemasangan APK dilaksanakan setalah pelaksanaan IMF-WBG Annual Meeting,” ujarnya.

Dewa Sayoga menambahkan, penurunan baliho tersebut akan terus dilakukan secara berkelanjutan agar Kota Denpasar bersih dan asri, tidak kumuh dengan baliho dan spanduk.  “Kami akan melanjutkan penurunan baliho sampai bersih menyasar ruas jalan di Kota Denpasar hingga wajah perkotaan terlihat bersih dan asri,” pungkasnya. (*)