Sarang Burung Walet Asal Batam Terbang ke Bali dan Jakarta

oleh
Pejabat Karantina Pertanian Tanjungpinang wilayah kerja Bandara Raja Haji Fisabilillah memeriksa komoditas sarang burung walat yang akan dikirim ke Bali dan Jakarta. (Ist)
banner 300250

Tanjungpinang, suarabali.com – Potensi sumber daya alam dari Provinsi Kepulauan Riau terbilang baik, di antaranya sarang burung walet (SBW). Komoditas ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, sehingga permintaannya sangat tinggi. Dan, Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor sarang burung walet ke berbagai negara seperti Cina.

Rabu (4/12/2019) kemarin, misalnya, pejabat Karantina Pertanian Tanjungpinang wilayah kerja Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) melakukan tindakan karantina berupa pemeriksaan terhadap 50 kg Sarang Burung Walet yang akan terbang ke Jakarta dan Bali.

Sarang burung walet yang diperkirakan senilai Rp 105 juta itu sebelumnya berasal dari Batam, kemudian dilaporkan kepada pejabat Karantina Pertanian di Bandara RHF untuk sertifikasi, karena akan dikirim ke dua tujuan yang berbeda, yaitu Bali dan Jakarta melalui Bandara RHF Tanjungpinang.

“Sarang Burung Wallet tersebut berasal dari Batam dengan 1 dokumen karantina, kemudian akan dikirim lagi ke dua tempat yang berbeda, yaitu ke Bali dan Jakarta. Sehingga, kami lakukan pemeriksaan dan sertifikasi ulang,” kata Harnengsih, pejabat Karantina Pertanian Tanjungpinang.

“Pemeriksaan meliputi pemeriksaan organoleptik dan pemeriksaan kesesuaian barang yang dibawa dengan laporan pemilik barang,” imbuhnya. (*)