Sakit Hati Dimarahi, Pria Ini Bunuh Bos Toko Bangunan

oleh
Sakim Fadilah (38) mengaku membunuh pemilik UD Maju Djaya Gemilang, karena sering dimarahi dan dicaci-maki oleh korban. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Misteri pembunuhan terhadap Senawati Candra (55) akhirnya terungkap. Anggota Satuan Reskrim Polresta Denpasar berhasil menangkap pelaku pembunuhan terhadap bos toko bangunan UD Maju Djaya Gemilang di Jalan Ahmad Yani Utara, Gang Merpati Nomor 183, Denpasar Utara tersebut.

“Pelakunya bernama Sakim Fadilah, umur 38 tahun. Pelaku merupakan teman anak korban,” kata Wakapolresta Denpasar AKBP Wayan Jiartana kepada wartawan, Jumat (7/2/2020).

AKBP Wayan Jiartana menjelaskan, kasus pembunuhan tersebut bermula ketika tersangka datang ke lokasi kejadian pada Rabu (5/2/2020) sekitar pukul 10.00 WITA. Sebelumnya, tersangka janjian bertemu dengan anak korban bernama Andi di tempat tersebut untuk melihat ayam. Tersangka dan Andi kemudian berangkat menuju lokasi tempat melihat ayam di Jalan Selayar, Denpasar.

Sekitar pukul 12.00 WITA, keduanya kembali ke rumah korban. Saat itu, Andi pamit ke warung untuk membeli rokok. Sedangkan tersangka masuk ke dalam rumah korban dengan alasan mengambil helm. Sebelum masuk, tersangka lebih dulu mengambil batu yang ada di teras depan rumah. Batu tersebut digunakan untuk memukul kepala korban yang saat itu duduk di depan rumah.

“Korban bangun dan berusaha berlari ke dalam kamar dan dikejar oleh pelaku. Di kamar, pelaku kembali memukul kepala dan wajah korban menggunakan botol parfum,” terang AKBP Wayan Jiartana.

Tak lama berselang setelah penganiayaan, Andi datang setelah membeli rokok di warung. Kepada Andi, tersangka minta diantar pulang ke kosnya di Jalan Salawati, Denpasar. Sedangkan jasad korban kali pertama ditemukan anaknya yang baru pulang dari sekolah.

Saksi kemudian menghubungi kakaknya, Andi, dan mengabarkan ibu mereka meninggal di kamar dengan posisi luka dan berdarah. Andi dan tersangka kemudian kembali ke rumah.

Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian. Dari hasil keterangan saksi-saksi, polisi mencurigai pembunuh janda beranak empat tersebut adalah Sakim Fadilah. Saat itu juga Sakim ditangkap di lokasi kejadian dan dibawa ke Mapolresta Denpasar untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Pelaku mengaku sering dimarahi dan dicaci-maki oleh korban dengan kata-kata tidak pantas hingga muncul dendam. Saat melihat korban sendirian di rumah, timbul niat pelaku membunuh korban,” beber AKBP Jiartana.

Kepada polisi, tersangka mengaku sendirian membunuh korban. Namun, polisi masih mendalami pengakuan pelaku. (*)