Rurung Mural Percantik Wajah Kota Denpasar

oleh
Salah satu gang di Kota Denpasar yang dihiasi seni mural. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Setelah sebelumnya sukses mengembangkan inovasi gang hijau dan kampung hijau, kini desa dan kelurahan tak henti-hentinya berinovasi dengan mendorong pengembangan rurung mural. Kegiatan yang diharapkan menjadi wadah kreativitas bagi seniman dan kaula muda ini dapat menambah keindahan lingkungan sekitar.

Seperti terlihat di Desa Dauh Puri Klod yang telah mengembangkan rurung mural. Bahkan, kedepan Kelurahan Sesetan juga bersiap mengembangkan rurung mural dengan menggandeng Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.

Seperti dirilis denpasarkota.go.id, wilayah gang yang sudah ditata, yakni Jalan Serma Made Phil, Jalan Serma Mendra, dan Jalan Teuku Umar Gang Rajawali. Sedangkan untuk Kelurahan Sesetan, sedianya akan ditata dengan menyasar Jalan Gurita sepanjang 30 km, Jalan Suwung Batan Kendal Gang Sari Gading sepanjang 20 km, dan pinggiran sungai di Pura Dalem Batan Kendal sepanjang 25 km. Dengan tema lingkungan, yakni kebersihan sungai, menanam pohon, memilah sampah, dan permainan anak-anak.

Penjabat Perbekel Desa Dauh Puri Klod, Luh Sukarmi, mengatakan pengembangan gang mural ini merupakan bentuk pembangunan dan pengembangan desa yang melibatkan masyarakat. Adanya rurung mural memberikan beragam manfaat bagi lingkungan. Selain mempercantik kawasan gang dan jalan, rurung mural juga menjadi wadah pengembangan bakat melukis dan seni bagi generasi muda.

“Dengan adanya seni mural di gang-gang tentu dapat menambah keindahan gang itu sendiri, sehingga kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan diharapkan tumbuh seiring kondisi gang yang terus dipercantik,” paparnya, Senin, (1/10/2018).

Hal senada juga disampaikan Lurah Sesetan, Ni Ketut Sri Karyawati. Menurut dia, partisipasi masyarakat dalam pembangunan harus terus dimaksimalkan. Sehingga, inovasi yang dilaksanakan tepat sasaran. Selain itu, adanya rurung mural diharapkan dapat menjadi solusi guna membangkitkan rasa kepedulian lingkungan masyarakat.

“Iya, kalau lingkungan gangnya sudah indah dan cantik, tentu masyarakatnya harus ikut menjaga dengan tidak membuang sampah sembarangan,” kata Sri Karyawati.

Untuk menyukseskan program tersebut, pihaknya menggandeng ISI Denpasar serta CSR dari perusahan, sehingga penataan lingkungan dapat dimaksimalkan. Selain itu, pihaknya juga memberikan ruang seluas-luasnya bagi masyarakat atau seniman lokal yang hendak menunjukkan karya muralnya.

“Jadi, karena ini dibuat dengan partisipasi masyarakat, maka rasa untuk menjaganya bersama pun perlahan akan terus tumbuh,” paparnya.

Sementara Plt. Kadis PUPR Kota Denpasar Nyoman Ngurah Jimmy Sidarta mengatakan pihaknya mendukung dan menyambut baik pengembangan gang mural yang difasilitasi oleh desa/kelurahan di Kota Denpasar. Selain dapat menambah keindahan dan membuat lingkungan tertata, gang murtal ini secara berkelanjutan dapat menjadi sebuat destinasi wisata baru di tengah kota.

“Pemkot terus mendukung pola pembangunan yang melibatkan masyarakat. Kedepan dapat menjadi destinasi wisata yang dapat menjadi sumber pendapatan baru dan memberdayakan masyarakat sekitar,” pungkasnya. (*)