Rupiah Melemah, Pemerintah Harus Waspada

oleh
Ilustrasi. (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Wakil Ketua DPR Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan Taufik Kurniawan meminta pemerintah mewaspadai pelemahan rupiah agar tidak tembus Rp 15.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Di awal Januari 2018, rupiah masih bertengger di level Rp 13.300 per dolar AS. Namun, awal Maret 2018, nilai tukar rupiah terdepresiasi hingga Rp 13.800 per dolar AS.

“Pelemahan ini harus diwaspadai banyak pihak. Tak dipungkiri, pengaruh global, khususnya kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS, sangat besar. Tapi, situasi ini juga menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tidak terlalu kuat,” ujar Taufik dalam keterangan persnya, Minggu (18/3/2018).

Politisi Fraksi PAN ini mendorong adanya langkah strategis agar rupiah tidak semakin melemah dan fundamental ekonomi Indonesia semakin kuat. Misalnya, pemerintah kembali mengevaluasi pelaksanaan paket kebijakan ekonomi yang pernah dikeluarkan.

Dia menyarankan, pemerintah perlu memberi stimulan kepada dunia usaha untuk menarik investasi ke Tanah Air. Kemudahan investasi dan kelonggaran pajak perlu diberikan agar para pengusaha terdorong mengembangkan usahanya. Dengan begitu, secara sendirinya rupiah akan menguat.

Dia juga meminta pemerintah memperbesar bantuan sosial untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Peningkatan daya beli akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Alhasil, rupiah akan terdorong menguat. “Daya beli harus diperkuat melalui berbagai bantuan sosial,” papar Taufik. (Sir)