Rupiah Melemah, Ketua DPR Khawatir

oleh
Ketua DPR Bambang Soesatyo. (ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Kurs dolar AS mendekati angka Rp 14.000 atau persisnya Rp 13.970 membuat Ketua DPR Bambang Soesatyo khawatir. Untuk itu, dia meminta Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia (BI) menyiapkan langkah-langkah antisipatif demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Ketua DPR yang akrab disapa Bamsoet ini juga mengingatkan agar berbagai aspek yang memengaruhi kurs rupiah terus dipantau.

“Mengingat stabilitas nilai tukar menjadi suatu hal yang penting, terutama karena akan ada peningkatan konsumsi kebutuhan bahan pokok menjelang Ramadan,” ujar Bamsoet di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (25/4/2018).

Selain itu, Bamsoet juga meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT PLN untuk terus melakukan efisiensi di tengah pelemahan rupiah saat ini. Dia mengharapkan pelemahan nilai tukar rupiah tak berimbas kepada kenaikan tarif dasar listrik.

“Karena pemerintah sudah berjanji bahwa tarif listrik tidak akan mengalami kenaikan hingga 2019,” tegas politisi Partai Golkar itu.

Dia juga mengimbau pemerintah untuk mengangkat kurs rupiah dengan mendorong Kementerian Perdagangan (Kemendag) segera memberikan insentif ekspor. “Tujuannya untuk mendapatkan surplus perdagangan serta mengurangi neraca keseimbangan primer negatif,” cetusnya.

Selain itu, Bamsoet meminta Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memacu kinerjanya dalam menarik investasi. Menurut dia, BKPM harus proaktif melakukan hubungan kerja sama bilateral dan multilateral dengan negara-negara maju serta mengundang para pengusaha untuk menanamkan modalnya di Indonesia.  “Ini demi meningkatkan investasi,” pungkasnya. (*/Sir)