Rochineng Berlibur di Sejumlah Lokasi Proyek Pembangunan di Gianyar

oleh
Pj. Bupati Gianyar I Ketut Rochineng saat mengunjungi salah satu pasar di Kabupaten Gianyar, Kamis (10/5/2018). (Ist)
banner 300250

Gianyar, suarabali.com – Pj. Bupati Gianyar I Ketut Rochineng bersama sejumlah pejabat teras di Pemkab Gianyar memanfaatkan hari libur nasional untuk meninjau proses pembangunan fasilitas umum seperti pasar dan jembatan di wilayah Kecamatan Blahbatuh, Sukawati, dan Ubud, Kamis (10/5/2018).

Dalam kegiatan itu, Ketut Rochineng didampingi Sekdakab Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya dan sejumlah pejabat utama di Pemkab Gianyar. Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempercepat proses pembangunan, karena berkaitan dengan kepentingan masyarakat seperti akses jalan dan pasar.

Di Kecamatan Blahbatuh, Rochineng meninjau proses pembangunan Pasar Desa Keramas yang sedang dalam proses tender. Dana pembangunan Pasar Desa Keramas yang ditargetkan selesai tahun ini bersumber dari APBD/DAK sebesar Rp 4,1 miliar. Rochineng juga mengunjungi lokasi pasar sementara Desa Keramas dan mengobrol dengan sejumlah pedagang.

“Semuanya berjalan sesuai rencana. Pedagang juga bisa beraktivitas seperti biasa. Beberapa bulan ini proses pembangunan pasar akan mulai dikerjakan. Diperkirakan, pasar baru tersebut bisa menampung 203 pedagang, melebihi jumlah pedagang yang ada di pasar sementara saat ini,” terang Rochineng.

Selanjutnya, Rochineng meninjau lokasi jembatan Tegenungan, Desa Kemenuh, Sukawati yang beberapa bulan lalu jebol. Jembatan Tegenungan tersebut merupakan delapan obyek bencana di Kabupatane Gianyar, dimana tiga obyek bencana sudah diperbaiki dengan biaya dari APBD. Sementara sisanya, lima obyek bencana lainnya belom bisa dibiayai APBD, karena biayanya kurang lebih Rp 13 miliar.

Salah dari lima obyek bencana tersebut, yakni Jembatan Tegenungan yang sudah beberapa kali jebol, sehingga mengganggu aktivitas warga.

“Jembatan ini merupakan akses jalan penghubung. Jadi, sangat penting keberadaannya bagi masyarakat. Saya sudah perintahkan ke SKPD terkait untuk mengajukan proposal ke BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) untuk kelima obyek bencana tersebut. Minggu ini sudah mulai dikerjakan,” tambah Rochineng.

Ketut Rochineng juga meninjau lokasi pembangunan sentra Industri Kecil Menengah (IKM) di Desa Celuk. Sentra kerajinan yang ditarget selesai tahun 2018 ini merupakan bantuan dari Kementerian Perindustrian sebesar Rp 5,2 miliar.

Pembangunan sentra kerajinan ini merupakan upaya Pemkab Gianyar dalam mengembalikan citra Desa Celuk sebagai sentra kerajinan perak. Sentra IKM tersebut juga nantinya digunakan sebagai pusat pelestarian dan peningkatan keterampilan perajin perak di Desa Celuk dan sekitarnya yang dikelola oleh Pemkab Gianyar.

Selanjutnya, Rochineng mengunjungi lokasi pembangunan Pasar Desa Silakarang. Pasar dengan alokasi dana sebesar Rp 9,8 miliar ini bersumber dari DAK sebesar Rp 4 miliar serta bantuan Kementerian Perdagangan I sebesar Rp 5,8 miliar. Proyek ini direncanakan rampung pada 2018.

Pembangunan pasar tersebut merupakan kerjasama Pemkab Gianyar dengan Desa Pakraman Silakarang. Pemkab Gianyar mengerjakan bangunan pasar. Sementara Desa Pakraman Silakarang sebagai penyedia lahan.

Terakhir, Rochineng meninjau Pasar Ubud yang dua tahun lalu mengalami kebakaran. Di lokasi ini, Rochineng berbincang dengan sejumlah pedagang sembari menerima masukan dari pedagang. Sejumlah pedagang sempat menanyakan terakit lamanya proses perbaikan bangunan pasar yang terbakar tersebut.

Rochineng menjelaskan, tahun 2017 perbaikan bangunan pasar yang terbakar tersebut sudah dianggarkan sebesar Rp 10 miliar. Namun, lantaran kajian kelayakan gedung yang terbakar baru diterima pertengahan tahun yang menyatakan bahwa sisa bangunan tersebut tidak layak serta harus dibangun ulang (dibongkar). Sehingga, proses perbaikan tidak bisa dikerjakan.

Namun, tahun 2018 ini proses perencanaan dan pembongkaran sudah dianggarkan, serta pembangunan akan rampung dikerjakan pada 2019.

Untuk menyediakan lahan parkir bagi pengunjung pasar, rencananya pembangunan Pasar Ubud dibangunan berlantai dua dengan alokasi dana sebesar Rp 40 miliar yang bersumber dari dana pusat yang sudah dikordinasikan.

Di lokasi tersebut juga akan dibangun basement untuk parkir roda dua. Sedangkan di lantai 1 dikhususkan untuk parkir roda empat dan beberapa pedagang. Sementara untuk para pedagang sebanyak 43 pedagang akan dilokasikan di lantai dua.

“Konsep pembangunannya memperhatikan masukan dan saran dari para pedagang. Semua akan kita coba tata dengan baik, sehingga pedagang dan pengunjung sama-sama nyaman beraktivitas,” pungkas Rochineng. (*/Sir)