Robot Cerdas Ini Mengajari Anak Bahasa Inggris

oleh
Robot Musio X. (Ist)
banner 300250

Jepang, suarabali.com – Jepang benar-benar tahu betul bagaimana mengeksplorasi kemampuan robot-robot yang dilengkapi dengan kecerdasan buatan. Sekolah-sekolah di Negara Sakura itu memanfaatkan robot yang dilengkapi kecerdasan buatan dalam pengajaran bahasa Inggris. Sebab, Jepang berencana menjadikan bahasa Inggris sebagai subjek formal untuk diajarkan di sekolah dasar mulai musim semi 2020.

Dilansir dari laman Japan Today, Selasa (23/10/2018) tepatnya dalam ruang kelas sekolah dasar di kota Toda, Prefektur Saitama, seorang bocah kelas enam berbicara dengan robot putih kecil dengan telinga mirip kucing dan lengan panjang.

Kota yang tidak jauh dari Tokyo ini dikenal, karena upayanya untuk memfasilitasi pengajaran bahasa Inggris. Para robot Musio X telah diperkenalkan di beberapa sekolah dasar dan menengah umum di kota tersebut.

Dilansir dari laman teknologi.id, beberapa siswa yang berinteraksi dengan robot mengatakan lebih nyaman untuk berbicara dengan robot daripada guru. Sementara yang lain mengatakan lebih mudah untuk berlatih berbicara.

AKA Corp, pengembang robot tersebut, mengatakan Musio X memiliki mode untuk mempraktikkan contoh kalimat dan percakapan bentuk bebas pada tingkat kemampuan bahasa Inggris yang berbeda.

Robot ini awalnya dikembangkan untuk digunakan di rumah. Mereka pertama kali diperkenalkan di sekolah menengah pertama swasta di Kyoto pada 2016 dan telah diperkenalkan di sekitar 30 sekolah nasional.

Perusahaan itu berharap dapat meningkatkan kemampuan percakapan robot dan meningkatkan fungsi lainnya.

Jepang mewajibkan bahasa Inggris bagi siswa kelas lima dan enam sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler bahasa asing sejak 2011. Sebab, negara ini akan menjadikan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran formal untuk siswa sekolah dasar pada 2020.

Toshiyuki Kanamaru, seorang profesor di Universitas Kyoto, mengatakan para guru di sekolah dasar harus diberi dukungan melalui seminar dan pelatihan. Ini dilakukan untuk mendukung robot yang membantu pekerjaan mereka.

“Robot dapat melengkapi peran guru sebagai teman bicara. Pemerintah, industri dan akademisi harus berkoordinasi dalam melakukan penelitian untuk menghapus masalah kualitas dan biaya,” kata Kanamaru. (*)