Ribuan Warga Krama Desa Adat Legian Gelar Upacara Melasti

oleh
Ribuan warga Krama Desa Adat Legian, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, mengikuti prosesi upacara melasti menuju Pantai Legian, Kamis (25/1/2018).(Foto: Mkf)
banner 300250

Badung, suarabali.com – Hujan disertai angin kencang tak menyurutkan semangat ribuan warga krama Desa Adat Legian, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali untuk mengikuti prosesi upacara melasti menuju Pantai Legian Bali, Kamis (25/1/2018).

Upacara melasti adalah rangkaian proses Karya Agung Memungkah, Padudusan Agung, Ngeteg Linggih, Tawur Balik Sumpah Utama Pura Dalem Kahyangan lan Prajapati Desa Adat Legian.

Made Mertha, ketua panitia karya upacara pemelastian, mengatakan upacara ini sebagai rangkaian Karya Agung.

“Hari ini dilakukan upacara pemelastian untuk meminta kepada Ida Bhatara sebagai penyucian alam dan sari-sari kehidupan untuk umat manusia. Kita menandai juga dengan mapakelem, semacam sesembahan untuk memohon kerahayuan alam semesta,” ucapnya, Kamis (25/1/2018) sore.

Untuk mapakelem-nya adalah kambing, angsa, ayam, dan upakara atau sarana upacara, sehingga kemudian makelem-nya dibawa ke tengah laut.

“Upacara makelem-nya dilakukan di tengah lautan untuk memohon Tirta Amerta (Air Suci) sebagai pemuput Karya Agung Memungkah di Pura Dalem Khayangan Legian,” imbuh Made Marta.

Made Mertha menjelaskan, puncak upacara Karya Agung Memungkah di Pura Dalem Khayangan Legian jatuh pada purnama kehulu yang tepat pada tanggal 31 Januari 2018 nanti.

“Sebenarnya, untuk rangkaian upacara memungkah dan pelinggih sudah dimulai dari tanggal 18 Desember 2017. Dimulai dengan matur piuning karya, artinya seluruh masyarakat Desa Adat Legian menyatakan diri di hadapan Ida Bhatara Dalem untuk bersungguh-sungguh melaksanakan upacara Karya Agung ini,” jelasnya.

Made Mertha mengungkapkan, upacara Melasti Pura Dalem Kahyangan  Desa Adat Legian pernah dilakukan 30 tahun yang lalu.

“Seingat saya, upacara ini sudah dilakukan 30 tahun lalu, tepatnya tahun 1988. Pembiyayaannya bersumber dari dana kas Desa Adat. Selain itu, dukungan besar dari masyarakat langsung berupa punia, dilengkapi juga oleh Bupati Badung, para pengusaha di Desa Adat Legian,” tutupnya. (Mkf/Sir)