Razia Warung, Polisi Temukan 456 Liter Arak Oplosan di Kabupaten Badung

oleh
Minuman keras jenis arak yang berhasil disita Polres Badung dari warung-warung di Kabupaten Badung. (Ist)
banner 300250

Badung, suarabali.com – Peristiwa keracunan akibat mengonsumsi minuman keras (miras) oplosan di daerah Jawa Barat menjadi perhatian khusus bagi polisi. Agar kejadian serupa tidak terjadi di Bali, Polres Badung gencar melakukan razia ke warung-warung yang menjual miras. Hasilnya, ratusan liter arak oplosan berhasil disita polisi.

Razia digelar Polres Badung pada Rabu (11/4/2018) lalu. Razia pertama menyasar empat warung di daerah Kuta Utara dan Abiansemal.

Petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Badung yang dipimpin Kasat Narkoba AKP Djoko Hariadi menggeledah Warung Weda di daerah Dalung, Kuta Utara. Dari warung ini, polisi berhasil menyita enam liter miras jenis arak. Kemudian, polisi menggeledah warung milik I Made Yadnya di wilayah Kerobokan, Kuta Utara, dan berhasil mengamankan 15 liter arak.

Tidak puas sampai disitu, polisi menyisir warung penjual miras di wilayah Abiansemal. Di warung milik I Putu Oka Subawa, polisi kembali menyita miras jenis arak sebanyak 17 botol atau 25,5 liter. Kemudian, berdasarkan informasi masyarakat, polisi kembali menggeledah warung milik I Wayan Sudiantara di Banjar Tegal Jaya, Dalung, Kuta Utara. Polisi pun kaget, karena warung tersebut menjual miras oplosan.

Selanjutnya polisi menyita arak berwarna hijau sebanyak 5,4 liter dan arak berwarna putih sebanyak 71,7 liter. Tidak hanya itu, polisi juga mengamankan barang bukti arak berwarna coklat sebanyak 12,4 liter, arak berwarna kuning sebanyak 50,4 liter, dan 6 jerigen berisi arak yang belum dikemas.

“Pemilik warung kita amankan dan dimintai keterangan terkait bahan yang dipakai untuk mengoplos arak sehingga berwarna hijau, coklat, dan kuning. Jumlah keseluruhan barang bukti miras yang diamankan sebanyak 456 liter,” kata Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta di lobi Mapolres Badung, Kamis (12/4/2018).

Perwira menengah lulusan Akpol tahun 1998 ini menjelaskan, gangguan kamtibmas seperti perkelahian diawali dengan minum miras. Untuk itu, pihaknya akan terus merazia warung penjual miras untuk menciptakan situasi yang kondusif, terlebih saat ini sedang berlangsung tahap kampanye Pilgub Bali 2018.

“Saya mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi miras, karena tidak ada nilai positifnya, bahkan dapat mengancam nyawa bagi orang yang mengonsumsinya. Terkait barang bukti yang sudah disita, kami akan berkoordinasi dengan pihak kejaksaan dan pengadilan untuk pemusnahannya,“ kata Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta. (*/Sir)