Razia Duktang di Pelabuhan Benoa, Petugas Temukan Sajam dan Tengkorak Rusa

oleh
Petugas memeriksa dua penumpang kapal di Pelabuhan Benoa yang kedapatan membawa sejumlah senjata tajam. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Usai libur Natal dan Tahun Baru 2020 (Nataru), Pemkot Denpasar gencar menggelar razia penduduk pendatang (duktang) yang masuk Denpasar melalui Pelabuhan Benoa. Dalam razia itu, petugas menemukan dua penduduk pendatang yang membawa sejumlah senjata tajam berupa samurai, badik, celurit, dan pisau.


Selain itu, petugas juga menemukan penduduk pendatang yang membawa tiga tengkorak kepala rusa dan dua orang tidak memiliki KTP. Warga yang tidak memiliki KTP akan diserahkan ke Satpol PP untuk diproses lebih lanjut. Sedangkan penumpang kapal yang membawa sajam diserahkan ke pihak kepolisian, dan penumpang membawa tengkorak kepala rusa akan dikoordinasikan dengan pihak BKSDA.

Abu Bakar (52), penumpang kapal yang membawa sajam, mengaku senjata tersebut akan dijual di Denpasar.

Razia duktang di Pelabuhan Benoa itu dilakukan oleh Tim Gabungan yang terdiri dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar, Satpol PP, TNI/Polri, dan pihak terkait lainnya pada Sabtu (4/1/2020).

Razia digelar untuk mengantisipasi arus balik pasca libur Nataru. Pelabuhan Benoa menjadi sasaran razia, karena merupakan pintu masuk ke Kota Denpasar dari jalur laut. Saat bersamaan juga bersandar Kapal Penumpang KM Leuser yang melayani rute Indonesia Timur  dan membawa sedikitnya 538 penumpang. Dari jumlah itu, sebanyak 237 penumpang turun di Pelabuhan Benoa. Sisanya, 301 penumpang melanjutkan perjalanan.

Kadis Dukcapil Kota Denpasar I Dewa Gede Juli Artabrata mengatakan penertiban penduduk pendatang harus dilakukan untuk mengantisipasi penduduk ilegal serta mengetahui jumlah pendududuk Kota Denpasar sebelum dan pasca arus balik libur Nataru.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mendata penduduk sebelum atau pasca arus balik libur panjang. Sidak juga akan dilaksanakan hingga tingkat desa dan kelurahan sebagai upaya pemetaan jumlah penduduk,” kata I Dewa Gede Juli Artabrata, didampingi Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kota Denpasar, Ni Luh Lely Sriadi.

Selain pengendalian penduduk di Kota Denpasar, menurut dia, razia tersebut juga upaya menyosialisasikan pentingnya memiliki e-KTP kepada penduduk pendatang. Pihaknya juga telah menyosialisasikan kepada pihak-pihak yang melayani jasa penyebrangan untuk mengimbau penumpangnya melengkapi diri dengan E-KTP.

“Untuk itu, saya imbau agar semua penduduk kemanapun tujuannya harus membawa E-KTP, dan kepada seluruh pelabuhan agar ikut menyosialisasikan tertib administrasi kependudukan dari keberangkatan,” katanya. (*)