Ratusan Warga di Lereng Gunung Agung Mulai Mengungsi

oleh
Tim SAR mengevakuasi ratusan warga yang bermukim di lereng Gunung Agung ke tempat yang lebih aman. (Ist)
banner 300250

Karangasem, suarabali.com – Gunung Agung yang kembali erupsi sejak Rabu (276/2018) pukul 22.21 WITA memaksa ratusan warga mulai mengungsi secara mandiri ke tempat yang lebih aman. Sebagian besar warga yang mengungsi bermukim di area radius 7 kilometer dari puncak Gunung Agung.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Ketut Gede Ardana mengatakan pihaknya telah bersiap untuk mengantisipasi terjadinya letusan Gunung Agung. “Tim kami sudah pernah menghadapi kondisi seperti ini dan erupsi Gunung Agung kembali meresahkan masyarakat sekitar,” katanya di Karangasem,  Jumat (29/6/2018).

Dia menerangkan, sudah ada warga yang melakukan evakuasi mandiri, karena merasa tidak nyaman mendengar suara gemuruh dan kepulan asap dengan pancaran warna merah api dari puncak gunung.

“Menurut tim di lapangan, arah sebaran abu ke barat dan mulai ada hujan abu tipis di sekitar Desa Puregai (7 km dari puncak),” katanya.

Sejak Jumat (29/6/2018) dini hari, sudah ada 110 warga yang meminta untuk dievakuasi. “Sekitar pukul 00.49 WITA, tim SAR sudah melakukan evakuasi di Banjar Dinas Sebun Sebudi dan dibawa menuju Banjar Pesangkan dan berjumlah 60 orang. Selanjutnya satu jam berselang kembali dilakukan evakusai 50 warga sebudi yang diantarkan ke Banjar Becingah Desa Duda Barat,” ungkapnya. (Dsd/Sir)