Ratusan Pengendara Terjaring Razia di Jalan M. Yamin Renon

oleh
Pengendara sepeda motor ditilang polisi karena tidak mengenakan helm. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Ratusan pengendara motor terjaring razia Operasi Patuh Agung-2019 di Jalan Moh. Yamin, Renon, Denpasar, Senin (2/9/2019) pagi. Dari ratusan pengendara motor yang terjaring razia, polisi mengamankan barang bukti berupa 6 SIM, 16 STNK, dan 6 unit sepeda motor yang tidak dilengkapi surat-surat kendaraan.

Dalam razia ini, Polda Bali menerjunkan personel gabungan dari fungsi Lantas, Samapta, Binmas, Propam, Intelkam, TI Pol, Dokkes, dan Humas Polda Bali. Operasi Patuh Agung kali ini menyasar delapan prioritas pelanggar, yaitu tidak menggunakan helm SNI, melawan arus, menggunakan HP saat berkendara, berkendara di bawah pengaruh alkohol, melebihi batas kecepatan maksimum, pengendara di bawah umur, tidak menggunakan safety belt, dan kendaraan yang menggunakan lampu rotator atau strobo.

Kasigar Subdit Gakkum Ditlantas Polda Bali Kompol Ni Made Mutriah Astuti mengatakan, kegiatan Operasi Patuh Agung mengedepankan penegakan hukum secara humanis diimbangi dengan kegiatan preemtif dan preventif guna menciptakan Kamseltibcarlantas.

Dia menegaskan, Polda Bali tidak pilih kasih dalam menindak pengendara yang melakukan pelanggaran, terutama yang tidak menggunakan helm.

“Razia di Jalan Moh. Yamin, kita menindak 28 pelanggar, dominan tanpa SIM dan STNK,” terang Kompol Ni Made Mutriah Astuti.

Polwan cantik yang pernah menjabat Kabag Sumda Polresta Denpasar ini menjelaskan, mereka yang ditilang adalah pengendara yang tidak dilengkapi SIM dan STNK. Sebagian dari mereka juga ada yang tidak menggunakan helm SNI dan kendaraannya tidak dilengkapi spion.

“Selain memberi tilang, kami juga memberi teguran simpatik kepada pengendara yang kedapatan menggunakan headshet dan ada masyarakat yang naik kendaraan roda tiga merk TVS,” tutup perwira melaati satu di pundak ini. (*)