Ratusan Anggota NCI Pungut Sampah di Pantai Sanur

oleh
Gubernur Bali Made Mangku Pastika membuka kegiatan memungut sampah di Pantai Sanur, tepatnya di depan Hotel Inna Bali Beach Garden, Sanur, Minggu (29/4/2018). (ist)
banner 300250

Sanur, suarabali.com – Parisadha Buddha Dharma Niciren Syosyu Indonesia (NCI) menggelar kegiatan memungut sampah di Pantai Sanur, tepatnya di depan Hotel Inna Bali Beach Garden, Sanur, Minggu (29/4/2018). Kegiatan bersih-bersih pantai ini dibuka oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika.

Saat membuka acara tersebut, Gubernur  Pastika mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran diri serta turut berperan menjaga kebersihan lingkungan dan menjaga kelestarian bumi. Salah satu bentuk nyata upaya tersebut adalah tidak membuang sampah sembarangan.

“Membuang sampah sembarangan itu adalah dosa, karena perbuatan itu merusak bumi dan merugikan orang lain. Jangan sampai daratan, sungai, dan laut jadi bak sampah. Berhenti membuang sampah sembarangan, jangan rusak bumi,” kata Pastika.

Selain meningkatkan kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan, Gubernur Pastika juga meminta masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik dalam kegiatan sehari-hari. Sebab, sampah plastik sulit terurai dan berdampak buruk pada kelestarian bumi dan kehidupan manusia.

“Sampah plastik itu secara teori baru bisa terurai setelah 500 tahun, bayangkan itu. Betapa buruknya dampak sampah plastik. Sampah plastik yang ada di laut bisa termakan ikan, dan ikan itu akan kita konsumsi. Tidak hanya mengotori laut, juga akan berbahaya bagi kesehatan manusia. Untuk itu, sampah plastik harus kita kelola dengan baik, jangan dibuang sembarangan,” tuturnya.

Pada bagian lain, orang nomor satu di Bali ini menyampaikan apresiasinya atas upaya menjaga kelestarian alam, khususnya alam Bali, yang dilakukan NCI. Dia berharap agar kegiatan serupa tidak hanya bersifat seremonial dan dapat dilakukan secara rutin, serta menyasar pantai-pantai lainnya di Bali.

Gerakan bersih-bersih pantai ini diikuti 500 anggota NCI yang berasal dari 15 provinsi di Indonesia. (*/Sir)