Ratusan Anak Tunanetra dan Tunarungu Nobar di Bioskop Berbisik

oleh
Ratusan anak penyandang tunanetra dan tunarungu se-Kota Denpasar nobar film Susah Sinyal di bioskop berbisik Cineplex 21 Denpasar, Minggu (21/1/2018). (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Ratusan anak penyandang tunanetra dan tunarungu se-Kota Denpasar nonton bareng (nobar) di bioskop berbisik Cineplex 21 Denpasar, Minggu (21/1/2018).  obar film bertajuk Susah Sinyal karya anak bangsa ini diprakarsai Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kota Denpasar.

Acara nobar ini melibatakan 100 anak panti asuhan di Kota Denpasar. Mereka tampak antusias menanti pemutaran film Susah Sinyal yang disutradarai Ernest Prakasa ini.

Film ini bercerita tentang orangtua tunggal bernama Ellen (diperankan Adinia Wirasti) yang juga seorang pengacara yang supersibuk. Ellen punya seorang putri yang mulai remaja bernama Kiara (diperankan Aurora Ribero) yang juga memiliki kesibukan sendiri.

Sehingga, ibu dan anak ini jarang menghabiskan waktu bersama-sama. Ketika ibunda Ellen yang bernama Agatha (diperankan Niniek L. Karim) meninggal dunia, mereka akhirnya dipaksa berkomunikasi di lokasi yang susah mendapatkan sinyal.

Ketua K3S Kota Denpasar Selly Dharmawijaya Mantra berharap acara nobar ini mampu memberikan kesempatan yang sama kepada anak-anak disabilitas untuk berinteraksi dalam kegiatan nobar.

“Ini kegiatan rutin yang digelar K3S Denpasar melibatkan anak panti hingga disabilitas di Kota Denpasar,’’ ujar Selly.

Menurut dia, program ini akan terus berlanjut dan akan melibatkan anak-anak panti asuhan dan penyandang disabilitas di Kota Denpasar.

Popo, salah satu anak panti asuhan, mengaku sangat senang diajak kembali dalam kegiatan nobar. Tahun sebelumnya, Popo juga ikut acara nobar di bioskop berbisik bersama anak-anak disabilitas lainnya.

“Filmnya lucu dan juga menyedihkan. Menceritakan orangtua supersibuk yang menjadi pengacara dan anaknya yang sukses dalam sekolahnya hidup bersama neneknya,” katanya. (Dsd/Sir)