Ramah-tamah, Cara Pegawai Kebersihan Puspem Badung Rayakan Mayday

oleh
Ketua TP PKK Kabupaten Badung Ny. Seniasih Giri Prasta hadiri peringatan Hari Buruh Internasional di Wantilan Jaba Pura Lingga Bhuana, Rabu (2/5/2018). (Ist)
banner 300250

Badung, suarabali.com – Peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei lalu tidak melulu dengan unjuk rasa. Seperti yang dilakukan karyawan PT Kiara Bali Harum (KBH) yang menjadi petugas kebersihan di area Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung. Mereka merayakan Mayday dengan acara ramah-tamah di wantilan Jaba Pura Lingga Bhuana, Rabu (2/5/2018).

Acara tersebut juga dihadiri Nyonya Seniasih Giri Prasta (GP) yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung serta Dirut PT KBH Putu Andika dan Kabag Perwat Wayan Puja.

Peringatan Mayday diisi dengan acara ramah-tamah di kalangan pegawai kebersihan dengan kalangan direksi. Selain itu, acara juga diisi dengan berbagai motivasi kerja. Acara diakhiri dengan sesi foto bersama dan santap siang bersama.

Direktur PT KBH Putu Andika menyatakan, acara tersebut digelar untuk menjalin keakraban di kalangan pegawai kebersihan. Pegawai dan direksi merupakan keluarga besar. “Kami tak ingin ada sekat antara pegawai dan direksi KBH,” tegas Putu Andika.

Pada kesempatan itu, Andika meminta segenap pegawai untuk menunjukkan loyalitas dalam menjalankan tanggung jawab kebersihan di lingkup Puspem Badung. Pegawai merupakan ujung tombak perusahaan. “Kemajuan perusahaan ditentukan oleh pegawai,” katanya.

Menurut dia, momen Mayday  bisa dijadikan ajang untuk introspeksi. “Karena itu, kami minta masukan-masukan, termasuk kendala-kendala yang ditemui ketika menjalankan kewajiban,” tegasnya.

Sementara Ketua Tim penggerak PKK Badung Ny. Seniasih Giri Prasta mengatakan kepercayaan yang diberikan direksi kepada pegawai perlu dipertanggungjawabkan dengan baik, mengingat memperoleh kepercayaan menjadi pegawai terbilang susah.

Untuk itu, dia meminta segenap pegawai menjalankan kewajiban dengan baik dan tidak egosektoral. “Walau bukan wilayah tanggung jawab, jika memang ditemukan masih kotor, pegawai perlu membersihkannya, sehingga secara keseluruhan areal puspem menjadi bersih,” katanya.

Pada kesempatan itu, Seniasih juga memotivasi pegawai yang dominan wanita tersebut untuk bisa memanfaatkan waktu dengan baik. Jam kerja pegawai mulai pukul 04.00 hingga 06.00 dilanjutkan sore hari.

Karena itu, pegawai kebersihan memiliki waktu senggang yang cukup panjang. Jika diisi dengan kegiatan yang sifatnya produktif,  kata Seniasih, dapat dipastikan pegawai mampu menambah pendapatan keluarga.

Dia mencontohkan, pegawai bisa membuka toko atau warung, termasuk bisa memelihara hewan ternak. “Manfaatkan waktu luang dengan kegiatan produktif, sehingga mampu menambah pendapatan keluarga,” tegasnya.

Untuk menunjang kegiatan produktif, Seniasih menyarankan pegawai melakukan arisan bulanan di kalangan pegawai. Lewat arisan ini, pegawai bisa memperoleh pinjaman tanpa bunga untuk mendukung kegiatan-kegiatan produktif.

Kabag Perwat Wayan Puja megatakan areal yang harus dibersihkan kian banyak. Saat ini sudah ada tambahan dua rumah jabatan, yakni Rumjab Bupati dan Wakil Bupati. Selanjutnya akan ada lagi gedung budaya megah di area ini.

“Untuk inilah, kami minta pegawai bisa menunjukkan loyalitas dalam hal menjalankan tugas-tugas kebersihan,” tegas mantan Camat Kuta Selatan tersebut.

Selain mendapatkan gaji minimal sesuai upah minimum kabupaten (UMK) Badung yang mendekati Rp 2,5 juta per bulan, semua pegawai juga memperoleh tunjangan hari raya yang besarnya satu kali gaji.

Pegawai kebersihan juga memperoleh tunjangan seperti BPJS Kesehatan maupun Ketenagakerjaan. Sebelum ditugaskan di area puspem, calon pegawai dilatih sehingga mempunyai keterampilan dalam hal kebersihan. (*/Sir)