Putus Mata Rantai Kasus DBD, Kelurahan Sumerta Gelar Lomba PSN

oleh
Juru pemantau jentik (Jumantik) berperan besar dalam pencegahan kasus DBD di masyarakat. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Pemerintah Kecamatan Denpasar Timur bekerja sama dengan desa dan kelurahan kembali menggelar lomba Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan menyasar banjar atau lingkungan di wilayah Kota Denpasar. Lomba ini digelar sebagai upaya meminimalisasi kasus demam berdarah dangue (DBD) di Kota Denpasar.

Kegiatan tersebut juga ditindaklanjuti oleh Kelurahan Sumerta dengan menggelar lomba PSN yang melibatkan tujuh lingkungan setempat.  Kegiatan rutin tahunan ini sekaligus menjadi salah satu upaya mengedukasi masyarakat dan juru pemantau jentik (Jumantik) terkait pencegahan kasus DBD di masyarakat.

Lurah Sumerta I Wayan Eka Apriana  mengatakan lomba tersebut diadakan pada 13-14 Mei 2019. Kegiatan itu, kata dia, merupakan langkah dasar membasmi sarang nyamuk aedes aegypti yang merupakan penyebab DBD, terutama nyamuk dewasa yang dapat diputus mata rantai penularannya dengan memaksimalkan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit DBD seiring dengan perubahan cuaca yang tidak menentu sekarang ini.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada. Masyarakat diharapkan terus bersinergi menjaga lingkungan masing-masing agar tidak endemis DBD. Dan, lomba PSN ini efektif untuk memutus mata rantai penyebaran DBD dan mampu memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat,” kata Eka Apriana, Selasa (14/5/2019).

Eka Apriana juga mengimbau masyarakat tetap waspada serta mengantisipasi sejak dini serangan nyamuk aedes aegypti. Selain itu, dia meminta masyarakat menjadi Jumantik mandiri dengan menjaga kebersihan lingkungan di dalam maupun di luar rumah dengan 3M, yakni menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, dan mengubur barang bekas.

“Sejauh ini peran masyarakat untuk menjadi Jumantik mandiri sangat efektif dalam menekan kasus DBD di Desa Sumerta. Hal inilah yang perlu ditingkatkan, sehingga menjadi kesadaran kita bersama dalam menjaga lingkungan yang sehat,” paparnya.

Salah seorang juri dari Puskesmas I Dentim, Ni Wayan Suryastini mengatakan Kelurahan Sumerta secara berkesinambungan mengadakan lomba PSN tingkat kelurahan. Terkait indikator penilaian lomba PSN ini, kata dia, kasus dan angka kematian warga terkena DBD dari tahun 2017-2018.

Selain itu, pihaknya juga melakukan penilaian jumlah Jumantik, kegiatan gotong-royong yang dilakukan di banjar,  ketersediaan tempat sampah di setiap pekarangan rumah,  pertamanan, serta keberadaan bank sampah dan swakelola sampah di setiap lingkungan.

Sementara Kaling Abian Kapas Tengah, I Made Mudita menyambut baik kegiatan lomba PSN tingkat kelurahan ini. “Dari kegiatan lomba ini, kami berharap warga terus meningkatkan kebersihan lingkungannya. Selain itu, partisipasi warga sangat diharapkan dalam mewujudkan Denpasar yang bersih dan hijau. Tidak hanya semata-mata kebersihan menjadi tanggungjawab pemerintah melainkan tanggungjawab kita bersama,” pungkasnya. (*)