Putri Koster Ingin Keharuman Bunga Lokal Bali Mendunia

oleh
Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster saat menghadiri acara Floral Arrangement Demo and Workshop di Plaza Renon, Denpasar, Minggu (1/9/2019). (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster menginginkan keharuman bunga dan berbagai flora khas lokal Bali mampu mendunia. Untuk itu, dia mengingatkan agar para perangkai bunga tak selalu berorientasi pada produk luar negeri.

“Sebaliknya, kita yang harus menerbangkan apa yang kita miliki ke dunia internasional, dengan catatan harus tetap berpijak pada kearifan lokal,” ujar Putri Koster dalam sambutannya pada acara Floral Arrangement Demo and  Workshop di Plaza Renon, Denpasar, Minggu (1/9/2019).

Putri Koster menambahkan, Bali memiliki beragam jenis bunga yang tak kalah cantik dengan bunga dari mancanegara. “Jangan semua impor. Kita harus naikkan gengsi bunga lokal,” tandasnya.

Dia ingin Bali mempunyai satu seni merangkai bunga seperti Jepang yang dikenal dengan Ikebana. “Kita buat sebuah nama untuk seni merangkai bunga khas Bali,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, dia juga memuji kepiawaian Didon Kajeng, seorang Bali Floral Designer yang menghasilkan karya-karya luar biasa dengan memanfaatkan jenis bunga lokal.

Dia berharap peserta workshop bisa meneladani semangat dan kreativitas yang ditunjukkan Didon. “Didon adalah sosok luar biasa. Dia multitalenta. Saya dulu mengenalnya sebagai monolog teater dan pembaca puisi yang sangat andal,” tuturnya.

Menurut dia, seorang Didon berperan sebagai pemantik dan pemicu. “Kita tak harus meniru, tapi ciptakan karya-karya baru dan kembangkan kreativitas,” sarannya.

Sementara Didon Kajeng menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan Putri Koster. Dia menuturkan, tak mudah membangkitkan kepercayaan diri ketika dirinya tak lagi bisa melihat. Namun, dia tetap bangkit dan berusaha hingga lambat laun kepercayaan dirinya kembali pulih.

Dalam keterbatasan itu justru menciptakan karya-karya yang mengundang decak kagum. Menurut Didon, pengalaman paling berkesan adalah saat dia diminta mendekorasi hotel saat Presiden ke-43 Amerika Serikat George W. Bush berkunjung ke Bali pada tahun 2006.

Kala itu, dia menyuguhkan dekorasi bernuansa alam Indonesia dengan menggunakan buah dan bunga lokal dari berbagai daerah di Indonesia, salah satunya Bali.

Salah satu ciri khas rangkaian bunga yang menjadi daya tarik karya Didon adalah penggunaan dedaunan lokal khas flora Bali, salah satunya janur. “Kalau bunga yang indah-indah, di luar negeri sangat banyak. Kalau dedaunan, kita unggul. Makanya saya banyak memanfaatkan dedaunan,” tambahnya.

Dengan sentuhan kreativitas, dedaunan yang dipadu bunga lokal seperti gemitir, ratna, matahari, kembang seribu, jepun dan bunga lainya disulap menjadi rangkaian bunga yang cantik nan menawan. Salah satu ciri khas rangkaian bunga Didon adalah pemanfaatan janur yang dibentuk sedemikian rupa.

Workshop kali ini mengusung tema ‘east meet west‘ atau pertemuan timur dan barat. “Tema ini memiliki makna, kita memanfaatkan flora lokal seperti janur dan berbagai bunga,  tapi rangkaian yang dihasilkan berselera internasional,” ucapnya.

Dengan langkah ini, Didon yakin flora khas Bali akan mampu bersaing di kancah internasional.

Membaur dengan para peserta workshop, Putri Koster juga menunjukkan kepiawaian merangkai bunga menjadi sebuah buket cantik. (*)