Putri Koster Ajak Milenial Bangkitkan Industri Mode Bertema Seni Budaya

oleh
Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster menjadi narasumber pada acara seminar bertajuk 'Milenial Tourism dalam Menghadapi Peluang dan Tantangan', di The Trans Resort Bali, Badung, Sabtu (31/8/2019). (Ist)
banner 300250

Badung, suarabali.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster mengajak masyarakat, terutama generasi milenial, untuk kembali membangkitkan industri mode bertema seni budaya Bali. Hal ini sebagai langkah menghadapi tantangan globalisasi yang makin merongrong budaya lokal.

Putri Koster menyampaikan hal itu saat menjadi narasumber pada acara seminar bertajuk ‘Milenial Tourism dalam Menghadapi Peluang dan Tantangan’, di The Trans Resort Bali, Badung, Sabtu (31/8/2019).

Putri Koster mengatakan generasi muda sebagai generasi pembangunan harus peka melihat kondisi Bali saat ini. Banyak tantangan yang harus dihadapi dan dicarikan solusinya, karena jika dibiarkan terus menerus maka akan menghilangkan budaya Bali yang merupakan warisan adiluhung para leluhur.

“Salah satu cara menghadapi tantangan ini, apabila di lini dunia fashion adalah memunculkan berbagai mode desain yang bertajuk ornamen khas Bali seperti bentuk pepatran (flora), kekarangan (fauna) dan nuansa seni budaya Bali lainnya,” ujarnya.

Wanita yang dikenal seniman multitalenta ini mengatakan pada era 80-an, banyak desainer Bali yang memunculkan desain mode bertajuk seni budaya Bali, bahkan hingga bisa sampai go international.

“Untuk itu, mari kita gairahkan lagi dan munculkan desain-desain Bali yang tentunya menyesuaikan juga dengan pembaharuan yang ada sekarang,” ajak istri orang nomor satu di Bali tersebut.

Di samping itu, Putri Koster mengharapkan dengan terselenggaranya berbagai event fesyen dan pameran-pameran yang diselengarakan oleh pemerintah ataupun swasta, akan mampu memacu kreasi desainer muda  Bali untuk  menciptakan berbagai karya desain berkualitas yang berdaya saing nasional maupun internasional. Berbagai karya desain tadi, tentunya tetap mengedepankan kearifan lokal Bali seperti berbahan dasar kain endek.

“Saya harapkan para desainer muda kita bisa menciptakan desain berbahan dasar endek agar bisa go nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Untuk itu, ke depan dia berharap dengan seminar ini dapat memberikan masukan dan semangat bagi generasi muda atau kalangan swasta, untuk semakin menggeliatkan kemajuan sentra-sentra produksi busana asal Bali sehingga pasarannya makin meluas hingga keluar, seperti yang sempat booming di era tahun 80-an.

Dalam acara yang dihadiri oleh 200 orang peserta berasal dari para pelaku bisnis, mahasiswa maupun pelaku usaha terkait, juga disuguhkan sajian materi oleh beberapa narasumber lainnya, di antaranya adalah Ketua Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali Gusti Kade Sutawa, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa, Anggota Dewan Pertimbangan Kadin Panudiana Kuhn, Ketua  Komite Ekonomi dan  Industri Nasional Sutrisno Bahar serta Ketua Kadin Bali Made Ariandi. (*)