Pulang dari Negara-negara Ini, PMI Asal Bali Langsung Dikarantina

oleh
Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali yang tiba di Bandara Ngurah Rai diangkut menggunakan Bus Trans Sarbagita ke tempat karantina. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali yang baru pulang dari Iran, Italia, Vatikan, Spanyol, Perancis, Jerman, Swiss, Inggris atau negara terjangkit lainnya wajib menjalani karantina.


Ketua Satgas Penanggulangan COVID-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan mulai Senin (23/3/2020), Pemprov Bali telah mengarantina para Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali yang baru pulang dari negara-negara yang terinfeksi COVID-19.

‘Karantina bertempat di UPT-BPKKTK Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Gedung BPSDM Provinsi Bali, Gedung PBSDM Provinsi Bali (eks BPLPP) serta Wisma Bima 1,” kata Made Indra, Senin (23/3/2020).

Dia menjelaskan, proses karantina para PMI tersebut dilakukan dengan sejumlah tahapan. Di antaranya, PMI yang dalam kurun waktu 14 hari terakhir berkunjung ke Iran, Italia, Vatikan, Spanyol, Perancis, Jerman, Swiss, Inggris atau negara terjangkit lainnya wajib mengikuti semua protokol dengan melaksanakan pemeriksaan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan serta wajib mengisi dan menyerahkan kartu Health Alert Card (HAC). HAC harus masih valid saat kedatangan.

Selain itu, kata Indra, masih ada proses wawancara lanjutan bagi pemegang HAC terkait negara-negara lain yang dikunjungi. Setelah itu, dilanjutkan proses pemeriksaan. “Jika tidak lolos sesi wawancara atau ada gejala sakit, maka harus melalui proses karantina,” tegasnya.

Indra mengatakan PMI yang berasal dari negara terinfeksi yang masuk karantina. Sedangkan di luar negara tersebut boleh pulang dengan menunjukan sertifikat kesehatan dari negara asalnya dan wajib melakukan isolasi mandiri.

“Di desa tempat tinggal yang bersangkutan diawasi oleh Posko Covid-19 Tingkat Desa (Kades, Bendesa adat, Babinsa, dan Babinkamtibmas). Bagi yang dikarantina, diantar oleh bus Trans Sarbagita menuju tempat karantina selama 14 hari masa karantina,” papar Indra.

Jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tercatat di Bandara I Gusti Ngurah Rai pada 22 Maret 2020 sebanyak 521 orang. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh KKP, maka saat ini 27 orang PMI dikarantina di UPT-BPKKTK Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

Indra menegaskan kembali, tidak semua PMI harus dikarantina karena sudah ada regulasi internasional yang harus diikuti. “Harus dimengerti pula bahwa mereka sebelum pulang juga sudah dikarantina,” pungkasnya. (*)