Proyek Revitalisasi TPA Regional Sarbagita Suwung Dikucuri Dana Rp 250 Miliar

oleh
TPA Regional Sarbagita Suwung. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com –  Proyek revitalisasi TPA Regional Sarbagita Suwung mulai digarap. Sebagian lahan TPA yang luas totalnya mencapai 32,46 haktare akan disulap menjadi ecopark. Sisanya akan dikelola dengan konsep sanitary landfill management dan waste to energy.


“Penataan TPA Regional Sarbagita Suwung telah disepakati pemerintah pusat pada 27 Desember 2017 dan memperolah kucuran dana sebesar Rp 250 miliar,” kata  Kepala Satker PLP Kementerian PU IB Lanang dalam pertemuan dengan Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Rabu (14/3/2018).

Menurut Lanang, proyek revitalisasi TPA Regional Sarbagita Suwung akan dikerjakan dengan sistem multi years hingga tahun 2019. Untuk pengerjaan pada tahap awal, pihaknya menargetkan dapat merampungkan penataan lahan pada sisi barat yang terlihat dari Jalan Tol Bali Mandara.

“Target kami, kerapian sudah terbentuk pada Agustus 2018, menjelang pelaksanaan IMF- World Bank Annual Meeting pada Oktober 2018. Secara pararel, kami juga telah melakukan sosialisasi dan membangun kantor lapangan,” imbuhnya.

Lanang merinci, penataan dikerjakan setelah kewenangan pengelolaan  lahan clear. Dia menyebut lahan TPA seluas 32,46 hektare itu telah diserahkan pengelolaannya dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kepada Kementerian PU yang selanjutnya didelegasikan kepada Dinas PU Provinsi Bali.

Dari total luas lahan tersebut, 22,46 haktera akan dihijaukan dengan konsep terasering level tiga yang dilengkapi dengan pedestrian dan jogging track.  “Level paling atas dari terasering mencapai ketinggian 47 meter,” ujarnya.

Sedangkan sisanya seluas 10 hektare akan dikelola sebagai TPA dengan konsep sanitary landfill management dan waste to energy. Agar dapat berjalan sesuai rencana, Lanang berharap penataan ini segera ditindaklanjuti dengan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di lokasi yang telah disediakan. Sehingga, konsep waste to energy akan terwujud.

Sebab, menurut dia, jika PLTSa tidak segera dibangun, penataan TPA Regional Suwung akan sia-sia dan gunungan sampah kembali terjadi.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika berterimakasih, karena penataan TPA Regional Suwung sudah mulai dikerjakan. Dia merasa lega, karena akhirnya ada solusi untuk persoalan penanganan sampah TPA Regional Suwung yang sempat berlarut-larut.

Pastika berharap, penataan ini segera diikuti dengan pembangunan PLTSa di areal yang telah disiapkan. (Sir)