Propam Tes Urine Anggota Brimob Mengwi dan Polres Badung

oleh
banner 300250

Badung, suarabali.com – Bidang Propam Polda Bali bekerja sama dengan Rumah Sakit Bhayangkara Denpasar melakukan kegiatan Penegakan dan Penertiban Disiplin (Gaktibplin) di jajaran Polda Bali.

Kali ini tim yang dipimpin Kasubbid Provos Bid Propam Polda Bali AKBP Anak Agung Gede Rai Laba melaksanakan tes urine anggota Polri di Mako Batalyon B Pelopor Satbrimobda Bali Mengwi dan Polres Badung, Rabu (9/1/2019).

Pelaksanaan tes urine di Aula Mako Batalyon B Pelopor Satbrimobda Bali Mengwi diikuti 84 personel, terdiri dari perwira, bintara, dan tamtama. Sedangkan di Polres Badung diikuti oleh 65 personel.

Satu per satu urine para polisi itu discreening menggunakan reagen yang dilengkapi enam panel pemeriksaan. Reagen ini mampu mendeteksi kandungan narkoba yang ada di dalam urine, seperti amphetamine, metamphetamine, benzodiazepam, morphin, THC,  dan opium.

AKBP Anak Agung Gede Rai Laba mengatakan, pihaknya melaksanakan kegiatan Gaktibplin dengan sasaran surat kelengkapan data diri, sikap tampang, surat kelengkapan kendaraan bermotor, gampol, surat ijin senpi, penyalahgunaan narkoba, dan penyalahgunaan wewenang sesuai STR Kapolda Bali No: STR/03/I/HUK.12.10./2019 tanggal 2 Januari 2019.

“Tes urine ini kami lakukan untuk mencegah agar tidak ada personel yang terkontaminasi menggunakan narkoba,” kata Kasubbid Provos Bid Propam Polda Bali didampingi Kanit Hartib II, AKP Ni Luh Suryawati.

Perwira melati dua di pundak ini menjelaskan hasil tes urine di Polres Badung, pihaknya  tidak menemukan urine anggota Polri yang mengandung narkotika. Sedangkan di Brimob Mengwi ditemukan satu anggota yang urine-nya mengandung narkotika.

Temuan itu langsung ditindaklanjuti oleh petugas Bid Propam Polda Bali dengan mengambil sampel darah anggota tersebut untuk dibawa ke Labfor Denpasar. Hasil pemeriksan darah di Labfor baru bisa diketahui apakah anggota itu mengonsumsi narkoba atau karena minum obat dari dokter.

“Belum bisa dipastikan anggota tersebut positif mengonsumsi narkoba atau karena pengaruh obat dari dokter. Kita masih menunggu hasil pemeriksaan Labfor,” terang AKBP Anak Agung Gede Rai Laba.

Sebagai penegak disiplin, pihaknya tidak ingin ada anggota Polri yang terlibat dalam kasus narkoba, baik sebagai pengguna, kurir maupun bandar.

“Bila ada anggota yang terbukti, maka akan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegas mantan Kabag Ops Polres Tabanan itu. (*)