Produksi ASI Terlambat pada Ibu Hamil yang Obesitas

oleh
Ilustrasi. (Ist)
banner 300250

New York, suarabali.com – Obesitas pada ibu hamil tidak hanya meningkatkan risiko komplikasi selama persalinan, tetapi juga menghambat produksi air susu ibu (ASI). Demikian menurut penelitian yang dipublikasikan Journal of Human Lactation.

Para peneliti melibatkan 200 perempuan yang berencana menyusui bayi mereka yang baru lahir. Para peneliti menemukan penundaan laktogenesis (produksi ASI) sering terjadi pada perempuan obesitas.

“Pemberian ASI sangat sulit bagi semua ibu,” kata Dr. Sophia Jan dari Cohen Children’s Medical Center in New Hyde Park, New York, seperti dikutip dari WebMD. “Studi ini menemukan bahwa menyusui lebih sulit bagi ibu yang mengalami obesitas sebelum kehamilan.”

“Bayi yang baru lahir dari ibu dengan produksi ASI terlambat, dapat mengalami penurunan berat badan lebih banyak, selama minggu pertama setelah kelahiran,” kata Jan. Bayi-bayi ini juga sering berakhir dengan susu formula yang tidak sejalan dengan kebaikan gizi dari ASI.

Studi baru ini dipimpin oleh Diane Spatz, seorang profesor nutrisi di University of Pennsylvania School of Nursing. Dia dan rekan-rekannya melacak permulaan produksi ASI pada 216 wanita yang melahirkan bayi bukan kembar.

Studi ini menemukan bahwa produksi ASI tertunda sampai tiga hari setelah melahirkan pada 46 persen wanita tanpa obesitas. Namun, angka tersebut meningkat menjadi hampir 58 persen untuk ibu yang mengalami obesitas.

Temuan ini setidaknya memberikan pemahaman kepada perempuan obesitas tentang kemungkinan produksi ASI yang terhambat setelah melahirkan.

“Temuan baru setidaknya harus membiarkan wanita gemuk mengerti bahwa susu mereka mungkin masuk kemudian. Karena itu, dukungan kepada mereka untuk terus menyusui sangat penting,” kata Dr. Jennifer Wu dari Lenox Hill Hospital, New York.

Sementara itu, Jan mengatakan penelitian ini menimbulkan pertanyaan, mengapa kenaikan berat badan dapat memperlambat produksi ASI? “Lebih banyak penelitian yang mencoba menjawab pertanyaan itu akan membantu mengidentifikasi alasannya,” kata Jan. (*)