Pro-Kontra Rekomendasi 200 Mubalig, Ketua DPR Minta Penjelasan Menag

oleh
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. (ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai rekomendasi 200 mubalig atau penceramah dari Kementerian Agama sebenarnya bertujuan baik. Namun, karena saat ini menimbulkan keresahan di masyarakat, maka Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin harus menjelaskan masalah itu ke Komisi VIII DPR sebagai mitra kerja Kemenag RI.

“Untuk klarifikasi, saya minta Komisi VIII DPR sebagai mitra kerja memanggil Menag RI agar cepat selesai,” tegas Bamsoet di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (21/5/2018).

Menurut politisi Partai Golkar itu, sebetulnya apa yang dilakukan Menteri Agama itu bertujuan baik. Hanya saja yang dikhawatirkan menimbulkan masalah. Karena itu, perlunya Komisi VIII DPR RI memanggil Menag.

“Satu-satunya cara untuk klarifikasi, ya Komisi VIII DPR memangggil agar clear dan tidak ada keresahan di masyarakat,” tutur Bamsoet.

Sebelumnya, Menag RI Lukman Hakim Saifuddin mengatakan jika rilis tersebut untuk melayani masyarakat atas permintaan dan pertanyaan yang disampaikan ke Kemenag RI.

“Ini bukan seleksi, bukan akreditasi, apalagi standardisasi. Ini cara kami melayani permintaan masyarakat,” tegas Menag, Senin (21/5/2018). (*/Sir)