Presiden: Kita Orang-orang Paling Bahagia di Dunia

oleh
Presiden Jokowi. (Ist)
banner 300250

Nusa Dua, suarabali.com – Sebagai salah satu parallel program dari rangkaian acara Annual Meeting IMF-World Bank Group 2018, Presiden Joko Widodo menjadi pembicara utama Tri Hita Karana Forum on Sustainable Development yang diselenggarakan di Sofitel Hotel, Nusa Dua, Bali.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa Tri Hita Karana merupakan filosofi masyarakat Bali yang berarti tiga kebahagiaan, bukan hanya satu bahagia saja, yaitu kebahagiaan dalam bermasyarakat, kebahagiaan dengan alam, dan kebahagiaan bersama Tuhan.

Presiden juga menyampaikan bahwa sebagai pemimpin, politikus, dan teknokrat sering sibuk dan serius membicarakan perbedaan kebijakan dan statistik, dan lupa dengan tujuan utama kita. “Kita hanya membicarakan apa yang sudah kita capai, namun kita lupa bagaimana menyampaikan kebahagiaan secara sederhana kepada masyarakat kita,” kata Presiden.

Sustainable Development goals yang menjadi bahasan pada pertemuan Forum Tri Hita Karana merupakan pembahasan bagaimana terobosan sistem keuangan dapat mengurangi penderitaan, kemiskinan, dan ketidakpedulian.

Presiden juga mengingatkan isu yang sering didengar dari waktu ke waktu,  yaitu “apakah kamu bahagia, dan apa yang membuatmu bahagia”.  Berdasarkan survei tahun 2017 oleh Gallups International yang dirilis tahun 2018, disebutkan Indonesia menempati peringkat 8 dunia atas tingkat kebahagiaan masyarakatnya.

Lebih lanjut, survei yang dilakukan oleh lembaga yang sama menemukan fakta bahwa Indonesia menempati peringkat pertama di dunia atas tingkat optimistis masyarakatnya.  Ada juga survei yang dilakukan oleh Edelman (organisasi PR Internasional) pada tahun 2017, yang dirilis pada Annual Edelman Trust Barometer, yang menyebutkan  Indonesia menempati peringkat ke-2 dunia atas kepercayaan masyarakatnya kepada pemerintah. Peringkat pertamanya ditempati oleh Switzerland.

Indonesia Tempat yang Tepat Mencari Kebahagiaan

Lebih lanjut Presiden menyampaikan, walaupun Indonesia menghadapi banyak tantangan, antara lain bencana alam seperti gempa di Lombok dan tsunami di Sulawesi Tengah, namun Indonesia adalah tempat yang tepat untuk mencari kebahagiaan.

“Kita mungkin bukan yang terkaya, bukan yang tercanggih, tapi kita adalah orang-orang paling bahagia di dunia,” kata Presiden bersemangat.

“Jadi, apa yang membuat rakyat Indonesia bahagia? Ini adalah pekerjaan rumah Bapak dan Ibu  untuk mencari tahu, “ lanjut Presiden seperti dilansir setneg.go.id.

“Itulah sebabnya Bapak dan Ibu ada di sini, di Indonesia. Mungkin harus mengelilingi negara ini dan membelanjakan semua dolar Bapak-Ibu di Indonesia untuk mencari tahu kenapa rakyat Indonesia bahagia,” kelakar Presiden.

Pada akhir paparannya, Presiden Joko Widodo mengucapkan terima kasih atas segala pekerjaan yang telah dilakukan, terobosan pekerjaan untuk menciptakan inovasi, dan proses keuangan yang baik di bawah SDGs.

“Saya berharap Bapak dan Ibu semua mudah-mudahan lebih produktif dan mendapatkan tiga kebahagiaan di Bali,” tutup Presiden. (*)