Presiden Jokowi Minta OKI Bahas Masalah Yerusalem

oleh
Presiden Joko Widodo. (Ist)
banner 300250

Bogor, suarabali.com – Ulah Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara. Presiden Jokowi akan mebahas masalah tersebut dengan pemimpin negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

“Dalam beberapa hari ini, Pemerintah Indonesia telah berkomunikasi dengan negara-negara OKI agar segera mengadakan sidang khusus tentang masalah pengakuan sepihak ini pada kesempatan pertama,” ujar Presiden Jokowi saat konferensi pers di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (7/12/2017).

Presiden pun mendesak negara-negara OKI agar segera menggelar sidang khusus tentang masalah pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel ini.

Selain itu, Indonesia juga mendesak PBB segera menggelar sidang untuk menyikapi pengakuan sepihak AS. Jokowi mengaku telah menginstruksikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk segera memanggil Duta Besar AS guna menyampaikan sikap Pemerintah Indonesia ini.

“Saya juga telah memerintahkan Menlu untuk memanggil Dubes AS untuk langsung menyampaikan sikap Pemerintah Indonesia,” kata Presiden.

Tak hanya mengecam keras tindakan Amerika Serikat, Presiden juga meminta Pemerintah AS untuk mempertimbangkan kembali keputusan tersebut. Sebab, tindakan AS ini telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB di mana AS menjadi anggota tetapnya.

“Ini bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia,” tuturnya.

Dalam sidang khusus KTT OKI nanti, Presiden Jokowi akan ikut hadir. Jokowi mengatakan, keinginan Trump menjadikan Yerusalem menjadi ibu kota Israel dianggap telah menyalahi kesepakatan. “Saya akan datang langsung di sidang OKI tersebut,” kata Presiden.

Rencananya, sidang OKI akan digelar pada 13 Desember 2017 di Istanbul, Turki. Seluruh negara OKI direncanakan hadir dalam pertemuan tersebut. Menanggapi keputusan AS, negara-negara Uni Eropa dan Arab juga mengecam pengakuan AS terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Selain dari negara Muslim, protes juga datang dari sebagian besar negara di dunia. (Sir)