Presiden Jokowi Minta Masyarakat Bali Menjaga Taksu

oleh
Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo menyaksikan pawai budaya pada pembukaan Pesta Kesenian Bali 2018. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Presiden Jokowi yang  diwakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy secara resmi membuka pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-40 di panggung terbuka Arda Chandra, Art Center Denpasar, Sabtu (23/6/2018).

Dalam sambutan yang dibacakan Menteri Muhadjir, Presiden Jokowi meminta masyarakat Bali dapat menjaga taksu Bali agar jangan sampai hilang di tengah era modern, era milineal, dan era serba-digital.

Presiden mengatakan, di balik proses penciptaan karya seni ada semangat, ada jiwa, ada api yang disebut taksu. Dalam setiap karya seni, dapat dirasakan jiwa, semangat, dan dedikasi yang dicurahkan oleh sang kreatornya.

Taksu-lah yang membuat karya seni Bali menjadi semakin berkarakter, memiliki daya tarik, dan dikagumi dunia. Untuk itu, saya harap agar Bali jangan sampai kehilangan taksu-nya,” imbuhnya.

Presiden Jokowi juga menyampaikan apresiasinya terhadap pandangan orang Bali yang melihat seni sebagai sarana untuk menyama braya. Dengan menyama braya, akan dapat mempererat tali persaudaraan, persahabatan, dan persatuan. Oleh sebab itu, seni dan budaya harus mewarnai arah dan kerja pembangunan bangsa. Pembangunan kedepannya tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga infrastruktur budaya. Seni dan budaya harus bisa menjadi jembatan dan sekaligus menggerakkan bangsa untuk terus bekerja merawat persatuan bangsa.

Presiden juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Bali serta masyarakat Bali yang telah turut memajukan kebudayaan, tidak hanya kebudayaan Bali, tetapi juga kebudayaan bangsa Indonesia.

Sementara Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam laporannya menyampaikan, Pemerintah Provinsi Bali telah melakukan berbagai upaya pembinaan seni budaya. Salah satunya melalui penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali (PKB), yang diawali dengan penyelenggaraan kegiatan serupa di tingkat kabupaten dan kota se-Bali.

PKB merupakan wahana untuk mempresentasikan hasil karya seni unggulan dan keagungan peradaban dengan ruang lingkup kegiatan yang berskala lokal, nasional, dan internasional. “PKB ini sangat strategis untuk merevitalisasi nilai kesenian, sehingga akan tetap hidup dan berfungsi di masyarakat di tengah tantangan global,” tuturnya.

Pastika menambahkan, dalam PKB ke-40 diangkat tema ‘Teja Dharmaning Kauripan’ yang bermakna Api Spirit Pencitraan. Diangkatnya filosofi api menjadi sumber inspirasi dalam pengembangan dan kreativitas karya kesenian yang dituangkan dalam seluruh materi kegiatan dan pagelaran.

PKB ke-40 akan berlangsung selama satu bulan penuh  sejak 23 Juni sampai 21 Juli 2018 . Kegiatannya akan diformulasikan dalam bentuk pawai, pagelaran, lomba atau parade, pameran dan sarasehan dengan menampilkan 271 sekaa kesenian dari seluruh kabupaten dan kota se-Bali dengan didukung 17.000 seniman.

“PKB juga diisi peserta dari luar daerah Bali, bahkan dari luar negeri seperti India, Jepang, Peru, dan Tiongkok. Kehadiran mereka memperkaya warna penyelenggaraan PKB, ” imbuhnya.

Pembukaan PKB ke-40 yang ditandai dengan penancapan kayon api ini juga dihadiri duta besar dan konsul negara sahabat, serta para peserta World Hindu Wisdom Meet 2018. (*/Sir)