Presiden Bagikan 1.500 PKH dan 1.690 KIP di Gowa

oleh
Presiden Joko Widodo membagikan 1.690 Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada para siswa dari beragam jenjang pendidikan dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan. (Ist)
banner 300250

Gowa, suarabali.com – Presiden Joko Widodo membagikan kartu Program Keluarga Harapan (PKH) kepada 1.500 warga dan 1.690 Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada para siswa dari beragam jenjang pendidikan dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

Penyerahan tersebut berlangsung di Lapangan Syeikh Yusuf, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (15/2/2018). Presiden Joko Widodo berkunjung ke Kabupaten Gowa bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Turut hadir dalam kunjungan itu: Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Sosial Idrus Marham, dan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo.

Kepada para penerima manfaat, Kepala Negara berpesan agar bantuan tersebut hanya digunakan untuk hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan dan peningkatan gizi keluarga.

“Beri tahu suami, ‘Pak ini tidak boleh untuk beli rokok. Ini hanya untuk anak kita. Untuk pendidikan, sekolah, gizi anak. Rokok Bapak cari sendiri.’ Beri tahu pelan-pelan, jangan bentak,” kata Presiden sebagaimana dilansir dari siaran pers Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden.

Selain itu, Presiden juga menyerahkan 1.690 Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada para siswa dari beragam jenjang pendidikan. Mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, hingga program kesetaraan. Kartu tersebut diberikan pemerintah sebagai upaya untuk memberikan jaminan akses pendidikan yang layak bagi pelajar di seluruh Tanah Air.

“Beli pulsa tidak boleh! Kalau ketahuan uangnya beli pulsa, kartunya dicabut. Kita janjian ya? Ini berkaitan dengan sekolah,” kata Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, hadir 300 guru penerima sertifikasi profesi. Presiden pun menyampaikan apresiasi tinggi kepada para guru yang telah berhasil mendapatkan sertifikasi. Menurut data yang diterimanya, saat ini sudah ada 62.000 guru di Provinsi Sulawesi Selatan yang sudah lulus sertifikasi.

“Kira-kira 60 persen dari total yang ada. Selamat sudah lulus. Artinya menerima tunjangan satu kali gaji pokok. Seneng enggak? Selamat sekali lagi,” ucap Presiden. (Sir)