Prajurit TNI-Polri Harus Mampu Redam Isu Jelang Pemilu 2019

oleh
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. (ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meminta seluruh prajurit TNI-Polri mampu meredam upaya-upaya yang memecah belah bangsa melalui berbagai isu-isu yang tidak bertanggung jawab dan dapat mengancam stabilitas nasional menjelang Pemilu 2019.

Hal itu disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat video conference bersama lintas sektoral dalam rangka kesiapan pengamanan tahapan Pemilihan Legislatif dan Presiden/Wakil Presiden tahun 2019 di Mabes Polri,  Jakarta Selatan, Senin (24/9/2018).

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto,  tugas prajurit TNI-Polri dalam Operasi Mantap Brata 2018 adalah untuk menghadapi Pemilu 2019 dengan menjamin pelaksanaan yang tertib, aman, lancar dan sukses.  Untuk itu, Komandan Satuan di berbagai daerah harus bertanggung jawab kepada anggotanya untuk memberi pemahaman, penjelasan positif, dan rasa aman kepada masyarakat.

Panglima TNI juga menyampaikan bahwa dalam membangun kedewasaan masyarakat, para Komandan Satuan apabila menemukan hal-hal kontraproduktif, maka harus segera mengambil langkah-langkah untuk memitigasi dan memberikan penjelasan yang positif kepada masyarakat, sehingga tidak timbul opini yang salah karena yang akan merasakan kerugiannya adalah rakyat.

“Masyarakat harus diberi wawasan dan pemahaman bahwa pesta demokrasi sejatinya adalah perhelatan untuk menentukan pilihan rakyat yang terbaik,” ujarnya.

Panglima TNI mengatakan dalam menentukan pilihan tersebut, jangan sampai persatuan dan kesatuan bangsa terkoyak. Artinya, walaupun berbeda pilihan dan pendapat, tidak boleh membenci satu sama lain dan terpecah belah.

“Perbedaan pilihan adalah hal yang wajar, namun bila diarahkan untuk membenci atau memusuhi pihak lain, itu artinya merupakan ajakan yang salah,” katanya.

Hadir dalam video conference itu di antaranya Menkopolhukam RI Jenderal TNI (Purn) Wiranto, Mendagri Tjahjo Kumolo, Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian, Ketua Bawaslu RI Abhan, Ketua KPU Arief Budiman, para Asisten Panglima TNI dan Kapuspen TNI Mayjen TNI Santos G. Matondang. (*)