Potensi Pariwisata Bahari NTT Sangat Menjanjikan

oleh
Pantai Lasiana, Kupang, Nusa Tenggara Timur. (Ist)
banner 300250

Kupang, suarabali.com – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki banyak potensi pariwisata. Satu ikon utama yang membuat NTT terkenal adalah hewan komodo yang berada di Taman Nasional (TN) Komodo dan Labuan Bajo. Potensi pariwisata bahari di NTT juga sangat menjanjikan, baik untuk diving, surfing, snorkeling, ataupun fishing, karena wilayah lautnya yang luas.


“Menyadari besarnya potensi pariwisata di NTT, pemerintah pusat dan pemerintah daerah perlu melakukan berbagai upaya penataan destinasi serta promosi keindahan dan keunikan objek wisata di NTT,” kata Anggota Komisi X DPR RI Anita Jacoba Gah di Kota Kupang, NTT, Selasa (26/3/2019).

Anita Jacoba Gah memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI bertemu dengan jajaran Pemerintah Provinsi NTT, DPRD Provinsi NTT, Wali Kota Kupang, Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Organisasi Kepariwisataan, dan Pejabat Eselon Kementerian Pariwisata.

Menurut Anita,  hal itu harus terus dilakukan agar destinasi pariwisata NTT semakin dikenal di luar provinsi maupun mancanegara, dan semakin banyak wisatawan yang datang.

Politisi Partai Demokrat itu menambahkan, pemerintah pusat dan pemerintah daerah juga wajib menjaga potensi wisata ini dengan melakukan pelestarian, tidak merusak alam, dan melakukan konservasi alam. Hal ini penting, karena tantangan pariwisata saat ini bukan hanya amenitas, aksesibilitas, dan atraksi, tetapi juga bencana alam yang timbul akibat ulah manusia yang tidak menjaga alam dan lingkungannya.

Selain itu, Anita juga memaparkan bahwa NTT memiliki laut yang bening, banyak terumbu karang dan keanekaragaman biota laut yang unik. Ada banyak lagi daya tarik yang dimiliki NTT, seperti Danau Tiga Warna Kelimutu, Budaya Pasola di Sumba, Megalitik di Sumba, perkampungan adat di Wae Rebo, gelombang laut yang menarik untuk peselancar di Nemberala Rote, Alor yang memiliki taman laut indah, serta desa-desa adat yang masih lestari.

“Kota Kupang sendiri juga memiliki berbagai pantai yang indah seperti Pantai Lasiana, Pantai Oesapa, Pantai Tablolong, Air Terjun Oenesu,” ujar Anita.

Seperti diketahui, saat ini pemerintah telah merevisi target perolehan devisa pariwisata tahun 2019, dari 20 miliar dolar AS menjadi 17,6 miliar dollar AS. Revisi tersebut dilakukan karena beberapa tahun terakhir, target yang ditetapkan tidak tercapai.

Pada tahun 2018, berdasarkan data BPS ada 15,81 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Meskipun jumlah tersebut naik 12,58 persen secara tahunan, tetapi masih di bawah target sebanyak 17 juta kunjungan.

Anita menjelaskan, faktor penyebab yang mempengaruhi terjadinya penurunan jumlah kunjungan wisman tersebut, antara lain karena adanya beberapa kejadian bencana alam yang menyebabkan banyak wisman membatalkan kunjungan berlibur ke Indonesia. Beberapa negara juga mengeluarkan peringatan perjalanan kepada warga negaranya, terkait bencana alam itu.

“Berbagai kegiatan kepariwisataan tetap harus dilaksanakan dan dipantau perkembangannya. Tiga pilar utama pariwisata, yaitu aksesibilitas, amenitas, dan atraksi, harus benar-benar diperhatikan. Pengembangan ketiga hal ini juga harus memperhatikan sektor-sektor lainnya. Kemenpar harus bersinergi dengan kementerian lainnya dan juga pemerintah daerah, agar hasilnya maksimal,” pungkas legislator dapil NTT II itu. (*)