Polres Jember Bagikan 10 Ton Beras dan Mi Instan untuk Warga Terdampak COVID-19

oleh
Polres Jember membagikan 10 ton beras dan 2 ribu kardus mi instan kepada warga tidak mampu yang terdampak virus Corona. (Ist)
banner 300250

Jember, suarabali.com – Pandemi virus Corona atau COVID-19 yang juga berdampak pada kondisi ekonomi masyarakat kembali menggungah kepekaan sosial Polres Jember. Kali ini, Polres Jember mewujudkan kepeduliannya dengan memberikan bantuan beras, mie instan, masker, dan hand sanitizer kepada warga tidak mampu. Sebelumnya, Polres Jember juga membagikan ribuan nasi kotak kepada masyarakat berpenghasilan rendah.


Ada 10 ton beras dan 2 ribu kardus mi instan yang disiapkan Polres Jember untuk dibagikan kepada warga tidak mampu yang terdampak virus Corona.

Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono menggerakkan anggotanya terjun ke pelosok desa guna membagikan secara door to door 5 kilogram beras kepada warga.

“Selain membagikan sembako, kita beri imbauan kepada warga agar tetap berada di dalam rumah dan selalu mengenakan masker dan sering cuci tangan menggunakan sabun,” kata Wakapolres Jember Kompol Wendy Saputra yang memimpin kegiatan tersebut, Senin (6/4/2020).

“Anggota disebar di beberapa titik dan mendatangi langsung rumah warga. Mudah-mudahan membantu,” tutur Wendy.

Selain ke pelosok desa, polisi juga membagikan masker dan hand sanitizer kepada pengayuh becak. Menurut Wendy, tukang becak cukup rawan terjangkit virus karena selalu berada di jalan. “Untuk itu, masker dan hand sanitizer ini kita harapkan bisa meminimalisir penyebaran virus kepada tukang becak,” katanya.

Bantuan tersebut tentunya meringankan beban ekonomi warga yang terdampak pamdemi COVID-19 ini. Seperti yang dirasakan Sumiati (65). Lansia yang tinggal di Desa Jatian, Kecamatan Pakusari, ini berterima kasih atas bantuan yang diberikan Polres Jember.

Dia mengaku sangat terbantu dengan pemberian beras tersebut. “Saya pas di dapur ada yang ketuk pintu. Kirain tetangga, ternyata pak polisi ngasih beras,” ungkap Bu Sumiati usai menerima bantuan beras itu.

Perasaan senang juga diungkapkan Sumarto (55), pengayuh becak yang mendapat masker dan hand sanitizer. Awalnya dia mengaku enggan memakai masker. “Karena sudah dikasih sama Pak Polisi, jadi saya akan pakai masker ini. Termasuk hand sanitizer-nya akan saya bawa, tak taruh di becak,” katanya. (Tjg/Sir)