Polisi Tangkap Komplotan Curanmor Lintas Kabupaten di Bali

oleh
Kapolsek Denpasar Selatan Kompol I Nyoman Wirajaya menjelaskan kasus penangkapan komplotan pencuri motor yang kerap beraksi di wilayah Denpasar, Gianyar, dan Klungkung. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Anggota Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan berhasil menangkap komplotan pencuri motor yang kerap beraksi lintas kabupaten di Bali. Komplotan yang berasal dari Sumba Barat Daya ini beraksi di sejumlah wilayah di Denpasar, Gianyar, dan Klungkung.

Di wilayah Denpasar, komplotan ini sering beraksi di areal parkiran Pantai Sanur. Mereka membawa kabur sepeda motor yang ditinggal pemiliknya ke Nusa Penida dan Nusa Lembongan.

Kapolsek Denpasar Selatan Kompol I Nyoman Wirajaya mengatakan ada enam orang anggota komplotan curanmor asal Sumba yang berhasil ditangkap. Aksi mereka terendus petugas berdasarkan banyaknya laporan masyarakat yang kehilangan sepeda motor di areal parkir Pantai Sanur.

Setelah melakukan penyelidikan di lokasi, polisi mencurigai dua pria yang mondar-mandir di parkiran. Polisi kemudian menggeledak kedua pria itu dan menemukan sejumlah STNK sepeda motor di dalam tasnya.

“Dua pelaku awalnya kami amankan di seputar parkir Pantai Sanur dan ditemukan beberapa STNK dan kunci sepeda motor dalam tas yang dibawa, kemudian diintrograsi dan mengakui telah melakukan pencurian motor,” kata Nyoman Wirajaya didampingi Kanit Reskirm Iptu Hadimastika, Kamis (9/5/2019).

Kapolsek menjelaskan, keenam pelaku yang ditangkap adalah Petrus Piro Mete (28), Paulus Pati Kondo (27), Yohanes Helu Ngara (23), Ruben Bali Mema (31), Markus Tanggu (27), dan Steven Kaldo (16). Dari pengakuan para pelaku, sepeda motor hasil pencurian tersebut akan dijual ke daerah Sumba atau di wilayah Denpasar.

“Ada 21 TKP yang diakui pelaku. Di wilayah Sanur dan Denpasar sebanyak delapan kali, di Ubud Gianyar dua kali, dan sebelas kali di wilayah Klungkung. Modus operandinya, pelaku memutuskan kabel kontak kemudian menyambung kembali untuk menghidupkan sepeda motor,” ucapnya.

Selain menyita sepeda motor, polisi juga menyita beberapa buah kunci sepeda motor, STNK, dan senjata tajam. “Atas perbuatanya komplotan ini, kami kenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman penjara 7 tahun,” pungkas Nyoman Wirajaya. (*)