Polisi Tangkap Dua Orang Penyebar Hoaks Server KPU Menangkan Pasangan 01

oleh
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo. (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Polisi akhirnya berhasil menangkap dua orang yang diduga menyebarkan hoaks tentang server KPU yang telah diatur untuk memenangkan pasangan nomor urut 01, Joko Widodo – Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019.

Penangkapan dua orang penyebar hoaks itu diungkapkan  Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Senin (8/4/2019).

Kedua tersangka itu berinisial EW dan dan RD. EW ditangkap di Ciracas, Sabtu (6/4/2019) dan RD, ibu rumah tangga, ditangkap di Lampung, Minggu (7/4/2019). “Hari ini kita ungkap dua tersangka yang melakukan penyebaran berita hoaks,” kata Dedi Prasetyo.

Dedi menjelaskan tersangka EW memiliki akun twitter bernama @ekowboy dengan jumlah pengikut cukup banyak. Akun twitter itulah yang digunakan pelaku untuk menyebarkan hoaks. Sementara RD memiliki akun facebook yang digunakan untuk menyebarkan berita bohong tersebut. RD juga memiliki akun twitter yang digunakan untuk menyebarkan hoaks.

Dalam kasus ini, kata Dedi,  RD dan EW berperan sebagai buzzer. Kini tersangka RD masih menjalani proses pemeriksaan di Polda Lampung.

“Keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ada barang bukti milik yang bersangkutan ada handphone, sim card, untuk melakukan penyebaran atau memviralkan berita hoaks,” tutur Dedi.

Atas perbuatannya, RD dan WE dijerat dengan pasal 13 ayat 3 dan pasal 14 ayat 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 dengan ancaman hukum penjara empat tahun.

Direktorat Siber Bareskrim Polri masih mendalami kemungkinan hubungan kedua tersangka dan keterkaitan dengan salah satu calon presiden.

Sementara Komisioner KPU Ilham Saputra mengapresiasi kerja cepat pihak kepolisian atas laporan yang disampaikan oleh KPU. Dia juga menegaskan bahwa KPU tidak memiliki server di luar negeri. Menurut dia, rekapitulasi perhitungan suara Pemilu 2019 akan dilakukan secara manual.

“Tidak ada server kami di Singapura, hanya ada di dalam negeri, rekapitulasi yang digunakan manual,” ucap Ilham seperti dirilis cnnindonesia.com.

KPU sebelumnya melaporkan akun penyebar berita bohong alias hoaks terkait server lembaga penyelenggara pemilu yang telah diatur untuk memenangkan paslon nomor 01.

Informasi bohong itu beredar di media sosial dalam bentuk video dan menyatakan ada mantan staf Jokowi di Solo yang membongkar keberadaan server KPU di luar negeri.

Dalam video disebutkan jika server yang bermarkas di Singapura telah diatur untuk kemenangan Jokowi-Ma’ruf dengan perolehan suara 57 persen.

“Isi konten video itu, di mana menyebut bahwa server KPU diatur agar memenangkan salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden, tidak benar,” kata Arief di Bareskrim Polri, Kamis (4/4/2019). (*)