Polisi Sebut Ratna Sarumpaet Bayar Oplas Pakai Rekening Bantuan Toba

oleh
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Setyo Wasisto. (detik.com)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Polisi masih terus menyidik kasus hoax Ratna Sarumpaet. Hasil penyidikan terbaru dari kepolisian menyatakan aktivis kemanusiaan itu membayar operasi plastik (Oplas) dengan menggunakan Rekening Bantuan Danau Toba.

“Dalam proses penyidikan, beliau melakukan pembayaran di RS dengan gunakan nomor rekening itu. Kalau rekan-rekan membuka di internet, ternyata beliau menggunakan rekening itu untuk mengumpulkan dana, kalau tidak salah untuk Danau Toba,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Setyo Wasisto kepada wartawan di Amos Cozy Hotel, Jl. Melawai, Jakarta Selatan, Kamis (4/10/2018).

Dilansir detik.com, Ratna Sarumpaet mengaku berbohong soal penganiayaan setelah polisi mengungkap sejumlah kejanggalan dalam penyelidikan. Polisi menemukan fakta-fakta terkait kegiatan Ratna yang ternyata menjalani operasi plastik di RS Bina Estetika.

Terkait hoax Ratna Sarumpaet, kepolisian menerima enam laporan. Lima laporan terkait dugaan penyebaran berita bohong. Satu laporan lagi soal permintaan polisi mengungkap dugaan penganiayaan.

Kebohongan Ratna Sarumpaet terungkap setelah penyelidikan polisi menemukan fakta-fakta keberadaan Ratna pada Jumat, 21 September 2018. Ratna, berdasarkan penelusuran polisi, diketahui berada di RS Bina Estetika, bukan di Bandung, yang disebut-sebut sejumlah orang jadi lokasi penganiayaan.

“Ternyata RS memberikan statement dan mengakui bohong,” kata Setyo.

Polisi, kata Setyo, juga akan memanggil sejumlah orang atas laporan dugaan penyebaran hoax. Polisi akan mengonstruksikan penyebaran hoax.

Setyo menyebut penyebar hoax bisa dijerat dengan Pasal 14 dan 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau UU ITE.

“Saya sudah mendengarkan penyidik Polda Metro Jaya, mereka komitmen akan menuntaskan, segera mengumpulkan bahan-bahan keterangan akan membuat gambaran lebih jelas sehingga peran orang per orang jelas,” tegas Setyo.

Ratna Sarumpaet sudah mengakui kebohongannya soal penganiayaan. Kebohongan itu, menurutnya, berawal sebagai alasan ke anak-anaknya seusai operasi plastik untuk sedot lemak di pipi. (*)