Polisi Karangasem Patroli 24 Jam Amankan Rumah Pengungsi

oleh
banner 300250

Karangasem,suarabali.com – Sejak Gunung Agung mengalami erupsi, aktifitas pelayanan di Mapolres Karangasem nyaris tidak ada lagi. Terlebih sejak status Gunung Agung berada pada level awas,jajaran Polres Karangasem sudah fokus membantu pengungsi dan melakukan patroli pengamanan pemukiman yang telah ditinggal mengungsi oleh warganya.

Kapolres Karangasem Akbp Wayan Gde Ardana kepada suarabali.com mengatakan, sejak status Gunung Agung dinaikkan dari waspada menjadi awas, enam dari delapan kecamatan yang ada di Kabupaten Karangasem,yang terkena dampak langsung erupsi sudah diungsikan ke sejumlah tempat pengungsian yang telah disiapkan pemerintah Provinsi Bali.

“Saat ini kita fokus menangani pengungsi. Pelayanan sudah tidak ada lagi karena semua penduduknya sudah ngungsi,” kata Akbp Wayan Gde Ardana, Rabu [27/9].

Sejak ditinggal mengungsi seluruh penduduknya, sebanyak 897 personil polisi yang ada di jajaran Polres Karangasem, telah dikerahkan untuk membantu pengungsi serta mengamankan seluruh pemukiman yang ditinggal pemiliknya.

Tidak hanya warga biasa, seluruh anggota keluarga polisi yang ada di wilayah Kabupaten Karangasem, turut diungsikan.

Wayan menjelaskan, untuk mengamankan harta benda yang ditingalkan warga Karangasem, setiap harinya ada 137 personil polisi yang ditugaskan untuk melakukan patroli keamanan ke tiga zona wilayah yang ditinggal mengungsi. Zona 1: Kecamatan Manggis dan Kota Karangasem, zona 2: Kecamatan Kubu dan Kecamatan Abang zona 3: Kecamatan Bebandem, Kecamatan selat, Kecamatan Rendang, serta Kecamatan Sidemen.

‘Seluruh personil dilengkapi senjata. Saya sudah instruksikan kepada anggota untuk bertindak tegas terhadap pelaku kejahatan di wilayah yang ditinggal mengungsi ” tutur Wayan.

Untuk menciptakan rasa aman, Polres Karangasem tidak bekerja sendiri. Seluruh pecalang termasuk para pemuda yang masih berdiam di lingkungannya juga turut mebantu pemukiman yang kini sudah ditinggal mengungsi.

“Sejak Gunung Agung dinyatakan berstatus awas, kami langsung membentuk satgas-satgas kontigensi Gunung Agung. Dan syukur sejsk digelar kegiatan itu belum pernah ada laporan tindakan kejahatan dari masyarakat. Semoga tetap aman,” pungkas Akbp Wayan Gde Ardana. [tjg/hsg]