Polisi Akan Tindak Tegas Provokator Demo di Surabaya

oleh
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol. H. Sandi Nugroho. (Ist)
banner 300250

Surabaya, surabali.com – Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol. H. Sandi Nugroho mengatakan pihaknya menyiapkan 500 personel untuk mengamankan demo mahasiswa di DPRD Jatim.

“Jumlah personel yang sudah kami siapkan sebanyak 500 personel. Baik itu mulai dari tempat persiapan, kemudian di sepanjang jalan juga akan kita amankan,” jelas Kapolrestabes Surabaya di Mapolrestabes, Rabu (25/9/2019).

Selain melakukan pengamanan di lokasi demo, kata Kapolrestabes, pihak kepolisian juga akan melakukan pengamanan di sejumlah objek vital. “Titik tujuannya memang ada di DPRD Jatim, tapi kita juga akan mengamankan di DPRD tingkat II, Grahadi dan kantor Gubernur,” katanya.

Dia juga membenarkan jika demo mahasiswa akan digelar selama dua hari di DPRD Jatim. Pihaknya mengimbau mahasiswa untuk selalu menjaga kondusivitas.

“Hari ini dan besok, memang ada aksi unjuk rasa dari rekan mahasiswa. Kami terima kasih respons temen-temen mahasiswa. Selama ini Surabaya masih terjaga dari aksi anarkis maupun aksi tidak berpendidikan dan aksi tidak berbudaya. Ini menjadi ciri dan wujud bahwa Surabaya sebagai kota yang dewasa dan mahasiswanya tertib dan kondusif,” terang Kapolres.

“Masalah memberikan aspirasi itu hak dan tanggung jawab kita semua. Memberikan respons terhadap perkembangan yang terjadi. Namun perlu digarisbawahi setidaknya apa yang menjadi isu dalam memberikan respons aspirasi yang ada. Selalu diwaspadai ada pihak-pihak yang numpang di sana. Di Jakarta ada anarkis disampaikan bukan mahasiswa,” imbuhnya.

Dia juga mengimbau mahasiswa yang demo untuk memahami isu yang berkembang, sehingga tidak mudah termakan hoaks yang beredar.

“Ketika menyampaikan isu, kita harus memahami isu dulu. Jadi, tidak hanya termakan hoaks, meme, ataupun medsos yang ada. Pahami, ketahui dan memahami isu dulu,” tegas Kapolres.

Dia berharap agar mahasiswa tidak terpancing provokasi di lapangan. Pihaknya akan menindak tegas siapa saja yang menjadi provokator kericuhan dalam aksi.

“Kami akan memetakan seksama, untuk mengenali satu per satu kalau ada provokasi atau menunggangi hal ini kami tindak tegas sesuai aturan berlaku,” pungkas Mantan Kapolrestabes Medan itu. (*)