Polda Jatim Ungkap Alasan Vanessa Angel Terjerumus Prostitusi Online

oleh
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Luki Hermawan. (Ist)
banner 300250

Surabaya, suarabali.com – Polda Jawa Timur akhirnya mengungkap tarif sebenarnya artis Vanessa Angel (VA)  yang resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus prostitusi online melalui bukti baru yang ditemukan.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Luki Hermawan menyebut bahwa komunikasi Vanessa Angel dengan muncikari sangat intens. Dalam komunikasi tersebut, Vanessa Angel mengirimkan foto-fotonya pada muncikari.

“Dari hasil pemeriksaan dua kali dengan adanya bukti baru dari data forensik dari handphone dan rekening koran yang ada,” ucap Irjen Pol. Luki Hermawan.

“Ini menguatkan VA, di dalam komunikasi dengan muncikari sangat intens sekali dan mengeksplor dirinya, mengirim fotonya, menentukan harganya, dia kalau enggak salah minta Rp 40 (juta) langsung,” jelas Kapolda Jawa Timur.

Menurut dia, Vanesa Angel dijerat dengan UU ITE Pasal 27 Ayat 1.

Irjen Pol. Luki Hermawan turut mengungkapkan alasan Vanessa Angel terlibat dalam pusaran prostitusi online di kalangan artis.

“Makanya kami coba UU ITE Pasal 27 Ayat 1, itu masuk unsurnya, di mana mereka mengeksplor dirinya sendiri, ada komunikasi berbau asusila untuk menguntungkan dirinya sendiri,” kata Luki Hermawan.

“Hasil keterangan dari para muncikari, salah satunya yang paling aktif adalah dia. Dia minta dicarikan dengan alasan mau bayar cicilan mobil, cicilan rumah,” imbuhnya.

Terkait tarif booking Vanessa Angel yang ramai dinilai fantatis, yakni Rp 80 juta, Kapolda Jawa Timur membenarkan hal tersebut. Namun, menurut dia, Vanessa Angel membuka harga di kisaran Rp 40 juta.

“Rp 80 juta itu betul, transfernya memang Rp 80 juta, tapi VA membuka harga di Rp 40 (juta). Namun, ada beberapa link, jadi dia menaikkan, calon-calon oknum artis ini punya harga sendiri,” jelas Irjen Pol. Luki Hermawan. (*)