Polda Bali Tetapkan 3 Tersangka Baru Kasus Penipuan Jual Beli Tanah

oleh
Direktur Reskrimsus Polda Bali Kombes Pol. Yuliar Kus Nugroho saat menjelaskan perkembangan kasus dugaan penipuan jual beli tanah senilai Rp 150 miliar di kawasan Jimbaran, Badung, Bali. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Polda Bali menetapkan tiga tersangka baru dalam kasus dugaan penipuan jual beli tanah senilai Rp 150 miliar di kawasan Jimbaran, Badung, Bali. Kasus tersebut melibatkan mantan Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta.

Direktur Reskrimsus Polda Bali Kombes Pol. Yuliar Kus Nugroho membenarkan adanya  penetapan tiga tersangka baru dalam kasus tersebut. Mereka adalah AAN, WW, dan IB HTY.

Seperti diketahui, salah satu tersangka  baru merupakan  adik ipar Sudikerta yang bernama IB HTY. Pada Desember 2018, Sudikerta sudah terlebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Bali.

“Ketiga tersangka ikut berperan dalam penipuan tersebut. Adapun untuk aliran dana yang masuk ke rekening IB HTY sebanyak Rp 85 miliar,” terang Kombes Pol. Yuliar , Senin (1/4/2019).

Pihaknya sudah meminta keterangan sebanyak 26 saksi. Rencananya, ketiga tersangka akan diperiksa lagi pada Selasa (2/4/2019) di Mapolda Bali.

Kasus tersebut berawal pada tahun 2013 lalu. Saat itu pemilik Maspion Grup, Ali Markus bertemu dengan Sudikerta untuk membicarakan pembelian lahan di kawasan Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali.

Selanjutnya saat pertemuan, Sudikerta menawarkan dua objek tanah yang diakui miliknya. Tanah pertama, Surat Hak Milik (SHM) Nomor 5048 seluas 38 ribu meter persegi yang berada di Balangan, Badung, Bali. Kemudian tanah kedua SHM dengan Nomor 16249 seluas 3.300 meter persegi di Jimbaran, Badung, Bali.

Setelah beberapa bulan transaksi, baru diketahui bahwa SHM Nomor 5048 merupakan sertifikat palsu. Sementara satunya, yakni Nomor 16249 sudah dijual ke pihak lain.

Dalam kasus ini, pihak Maspion telah melakukan transaksi berupa transfer uang sebesar Rp 149 miliar. (*)