Polda Bali Serahkan Bantuan Rp 2,86 Miliar untuk Korban Bencana di Sulteng

oleh
Bantuan kemanusiaan dari Polda Bali diserahkan kepada Kapolda Sulteng Brigjen Pol. Ermi Widyatno di Mapolda Sulteng, Minggu (7/10/2018). (Ist)
banner 300250

Palu, suarabli.com – Polda Bali menggalang dana untuk membantu para korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng). Dana bantuan yang terkumpul mencapai Rp 2,86 miliar. Selain itu, juga terkumpul bantuan obat-obatan senilai Rp 110 juta dan 2.000 pieces pakaian baru.

Karo SDM Polda Bali Kombes Pol. Agus Djaka Santoso dan Kabidkeu Polda Bali Kombes Pol. Teguh Slamet Karyono, mewakili Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose, menyerahkan seluruh bantuan kemanusiaan tersebut kepada Kapolda Sulteng Brigjen Pol. Ermi Widyatno, di Mapolda Sulteng, Minggu (7/10/2018).

Kombes Pol. Agus Djaka Santoso mengatakan jajaran Polda Bali ikut merasakan duka yang mendalam dan prihatin atas bencana alam yang terjadi di Sulteng. Sebab, gempa dan tsunami yang terjadi pada Jumat (28/9/2018) mengakibatkan banyak bangunan rusak dan ribuan nyawa manusia melayang, termasuk personel Polri.

“Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap para korban gempa dan tsunami Sulteng. Hari ini, kita menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada Kapolda Sulteng, berupa uang tunai lebih dari Rp 2,86 miliar, obat-obatan senilai Rp 110 juta dan ribuan pakaian baru. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban para korban,” kata Karo SDM Polda Bali.

Dia menjelaskan, penggalangan dana juga dilakukan pada saat terjadinya gempa bumi di Lombok beberapa waktu lalu. Saat itu, Polda Bali mengirimkan bantuan logistik sebanyak lima truk kepada korban gempa di Kabupaten Lombok Utara.

Perwira melati tiga di pundak ini mengatakan kedatangannya ke Sulteng tidak hanya untuk menyerahkan bantuan kemanusiaan, tetapi juga ingin mengetahui langsung kondisi warga di pengungsian dan keadaan wilayah Sulteng pasca gempa dan tsunami.

“Mudah-mudahan para korban yang masih dalam pencarian segera ditemukan dan di wilayah Indonesia tidak terjadi lagi bencana alam, sehingga masyarakat Sulteng kembali bangkit,” harapnya. (*)