Polda Bali dan Polisi Tiongkok Kerjasama Penanganan Transnational Crime

oleh
Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Wayan Sunartha bersama empat perwakilan Kepolisian Tiongkok bertemu di Mapolda Bali, Rabu (16/5/2018). (ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Polda Bali menjalin kerja sama dengan Kepolisian Tiongkok  untuk menangani tindak kejahatan lintas negara (transnational crime) seperti cyber crime, narkoba, dan perdagangan manusia.

Peningkatan kerja sama dua lembaga kepolisian itu terungkap saat Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Wayan Sunartha bersama Wadir Reskrimsus Polda Bali AKBP Ruddi Setiawan dan Kasubbid PID Bidang Humas Polda Bali AKBP Syamsudin menerima kunjungan empat anggota Kepolisian Tiongkok, yakni Yang Jin Bi, Yang Jin Zhi, Li Fu Quan, dan Liu Shi Jun.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Tamu Pimpinan Polda Bali pada Rabu (16/5/2018) itu membahas tentang keberhasilan Polda Bali dalam mengungkap kasus penipuan online (cyber fraud) dimana ratusan pelakunya merupakan warga Tiongkok.

Dua institusi kepolisian itu akhirnya sepakat meningkatkan kerjasama dalam menangani tindak kejahatan lintas negara (transnational crime) seperti cyber crime, narkoba, dan perdagangan manusia.

Director of Criminal Investigation Tianjin Provincial Police, Yang Jin Bi, memberikan apresiasi kepada jajaran Polda Bali yang sudah mampu mengungkap tiga sarang besar kasus cyber fraud dengan jumlah tersangka sebanyak 105 orang. Kemudian, barang bukti yang diamankan juga lengkap dan bisa dipertanggungjawabkan untuk menjerat para tersangka saat diproses hukum di Tiongkok.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Reskrimsus yang sudah banyak membantu pihak kepolisian Tiongkok, karena sudah bekerja siang dan malam untuk menyelesaikan kasus ini. Setelah selesai mengumpulkan barang bukti, kami akan segera kembali ke Tiongkok untuk memproses para tersangka,” ucapnya dengan Bahasa Mandarin.

Menurut Yang Jin Bi, kasus cyber fraud adalah kasus yang paling dibenci Kepolisian Tiongkok, karena para korbannya akan menjual aset untuk memenuhi permintaan para tersangka. Pihaknya juga mengaku sudah menindak tegas para pelaku, sehingga mereka mengubah modus operandinya dengan mencari tempat yang baru, terutama di wilayah Asia Tenggara.

“Mudah-mudahan hubungan Polda Bali dan Kepolisian Tiongkok semakin baik dan bisa menjadi contoh, sehingga berlanjut kepada hubungan antar negara. Mari kita membangun hubungan kerjasama yang lebih erat dan menjadi team work yang baik dalam memerangi transnational crime demi menjaga keamanan, kenyamanan, dan keselamatan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara Brigjen Pol. I Wayan Sunartha mengatakan pengungkapan kasus cyber fraud di Bali sudah yang kedelapan kali. Dia berharap pengungkapan ini semakin mempererat kerjasama Polda Bali dengan Kepolisian Tiongkok. Terkait penanganan kasus yang sedang ditangani agar dikoordinasikan dengan Dit Reskrimsus.

Jenderal bintang satu di pundak ini menjelaskan, Bali merupakan destinasi wisata dunia. Dari data yang ada, jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok ke Bali menempati urutan pertama. Untuk itu, Wakapolda menyarankan agar pemerintah Tiongkok ikut mengawasi administrasi wisatawan.

“Saat ini kami sedang gencar menertibkan administrasi wisatawan, terutama penyalahgunaan visa,” tegasnya.

“Selain itu, saya berharap kerjasama ini tidak hanya untuk cyber crime, tapi bisa berlanjut pada pemberantasan narkoba dan perdagangan manusia,” sambungnya. (*/Sir)