PHDI Badung Gelar Paruman Sulinggih

oleh
Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa membuka kegiatan Paruman Sulinggih di ruang pertemuan Kriya Gosana Pusat Pemerintahan Mangupraja Mandala, Minggu (29/4/2018).
banner 300250

Badung, suarabali.com – Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Badung menggelar Paruman Sulinggih di ruang pertemuan Kriya Gosana Pusat Pemerintahan Mangupraja Mandala, Minggu (29/4/2018).

Acara tersebut dibuka Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa didampingi Ketua Dharma Upapati Ida Pedande Gede Ketut Putra Timbul, Wakil Ketua DPRD Badung I Made Sunarta, Ketua PHDI Badung Gede Adi Rudia Adiputra, Ketua WHDI Badung Ny. Isyudayani Astika, Kabid Dinas Kebudayaan Ida Bagus Agung serta para sulinggih se-Badung.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa mengatakanParuman Sulinggih dilaksanakan untuk menyatukan persepsi dan pemaknaan kebenaran pelaksanaan agama Hindu.

Dalam agama Hindu, kata Suiasa, ada tiga kerangka inti, yakni tatwa, susila, dan upacara. Ketiganya merupakan sebuah sistem yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya.

“Kaitannya dengan ini perlu dikomunikasikan, dikordinasikan begitu penting dan strategis kalau dikaitkan dengan pelaksanaan agama Hindu di masyarakat. Dalam penterjemahannya disesuaikan lingkungan desa kalapatra, desa mawacara. Akan tetapi, jangan sampai dinamisasi menyalahi konsep tiga dasar tatwa, susila, upacara,” ungkapnya.

Berkaitan dengan paruman sulinggih yang mengambil materi pitra yadnya sekala kecil (ngaben alit). Hal ini sangat penting karena masih ada masyarakat yang belum memiliki pemahaman. Melalui Paruman Sulinggih ini, dia berharap menghasilkan pemahaman dan persepsi yang sama.

“Persepsi ini nantinya disosialisasi dan disebarluaskan di masyarakat, sehingga benar-benar pelaksanaan upacara agama menjadi baik, benar, dan sesuai dengan tatwa, susila dan upakara, dan sesuai dengan kemampuan masyarakat yang melakukan kegiatan upakara upacara,” jelasnya. (*/Sir)