Petugas Karantina Selamatkan Ribuan Ekor Burung di Pelabuhan Padang Bai

oleh
Petugas karantina Bali menahan ribuan ekor burung yang dibawa dari Lombok, Sabtu (16/3/2019). (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Seorang pria yang bekerja sebagai supir perantara hendak menyelundupkan ribuan ekor burung dari Lombok ke Bali, Sabtu (16/3/2019). Ribuan ekor burung itu tidak dilengkapi sertifikat karantina dari daerah asal.

Burung itu terdiri dari 250 ekor jenis kecial, 250 ekor kepodang, 50 ekor opior, 50 ekor cendet, 750 ekor manyaran,  100 ekor kopi-kopi, dan 50 ekor anis macan yang dikemas dalam 109 boks.

Petugas Karantina Bali bekerja sama dengan petugas BKSDA, TNI Angkatan Laut, dan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Pelabuhan Padang Bai terpaksa menahan burung-burung tersebut dan meminta dikembalikan ke Lombok.

“Ribuan burung ini jelas tidak bisa masuk ke Bali, karena tidak ada sertifikat karantina dari daerah asal yang dipersyaratkan. Dan ini melanggar UU No 16 Tahun 1992 dan PP 82 Tahun 2000” ujar Drh. Ludra selaku penanggung jawab wilayah kerja Padangbai saat memeriksa kondisi burung-burung tersebut.

Di tempat yang sama, petugas BKSDA menjelaskan bahwa burung-burung tersebut tidak bisa dilepas-liarkan di Bali, karena tidak sesuai dengan habitat aslinya.

“Hasil koordinasi kami dengan petugas karantina, sebaiknya burung ini ditolak agar tetap hidup, di sini bukan alamnya,” katanya saat ikut memeriksa jenis-jenis burung yang tertahan.

Saat ini pemilik burung masih dimintai keterangan oleh petugas. (*)