Petugas Karantina Denpasar Gagalkan Penyelundupan 3 Ekor Biawak

oleh
Petugas Karantina Denpasar menggagalkan penyelundupan tiga ekor biawak di Pelabuhan Padang Bai, Senin (8/4/2019). (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Petugas Karantina Denpasar kembali berhasil menggagalkan penyelundupan hewan langka ke wilayah Bali. Kali ini, petugas Karantina Denpasar Wilayah Kerja Padang Bai menahan tiga ekor biawak berbagai ukuran yang berasal dari Sumbawa tujuan Denpasar.


Modus pengirimannya, tiga ekor biawak itu dikemas rapi dalam boks, kemudian dititipkan ke bus antar kota antar provinsi. “Biawak ini kita tahan, karena tidak dilengkapi dokumen yang dipersyaratkan dari daerah asal,” kata Nyoman Ludra, penanggung jawab Karantina Pelabuhan Padang Bai, Senin (8/4/2019).

Penahanan biawak tersebut merupakan hasil kerja sama petugas Karantina Denpasar dengan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Pelabuhan Padang Bai dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Untuk menjaga kelestariannya, tiga ekor biawak itu diserahkan kepada pihak BKSDA.

Sebelumnya, seorang warga negara Rusia juga ditangkap di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai lantaran menyelundupkan hewan yang dilindungi.  Pria bernama Zhettkiv Andrei (28) itu membawa satu ekor anak orang hutan (jantan), dua ekor tokek, dan empat ekor bunglon. Untuk memudahkan aksinya, Zhettkiv Andrei membius tujuh binatang itu dan mengemasnya dalam keranjang yang terbuat dari rotan.

“Penangkapan ini hasil sinergitas Kepolisian, Avsec Bandara, BKSDA, dan Balai Karantina. Sekarang hewan langka tersebut dalam keadaan baik,” kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan, Senin (25/3/2019).

Menurut keterangan pelaku, kata Kapolresta, hewan tersebut didapatkan dari Jawa dengan cara membelinya. Rencananya, pelaku akan membawa hewan itu ke negaranya untuk dijual.

“Saat ini unit Reskrim sedang melakukan penyelidikan mengenai asal hewan tersebut. Pelaku dijerat dengan pasal 21 ayat 2 huruf a dan c UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistim dengan ancaman hukumannya lima tahun penjara,” ungkap Ruddi Setiawan.

Untuk sementara tujuh ekor satwa tersebut diserahkan kepada BKSD untuk dirawat sambil menunggu proses penyelidikan lebih lanjut. “Pelaku ditahan di Mapolsek Bandara Ngurah Rai Bali,” pungkas Ruddi.  (*)