Perwakilan 49 Negara Bahas Ketahanan Kesehatan Global di Bali

oleh
Pertemuan tahunan Global Health Security Agenda (GHSA) 2018 diadakan di Bali Nusa Dua Convention Center pada 6-8 November 2018. (Ist)
banner 300250

Nusa Dua, suarabali.com – Sebanyak 600 delegasi dari 49 negara pertemuan internasional Global Health Security Agenda (GHSA) ke-5 yang digelar di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) pada 6-8 November 2018. Pertemuan ini membahas ketahanan kesehatan global.

Hadir dalam pertemuan itu Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Puan Maharani didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra.

Puan menyambut baik pertemuan itu, apalagi Indonesia menjadi tuan rumah dalam pembahasan kesehatan global. Dari konteks nasional, menurut dia, pertemuan itu diharapkan dapat mendorong penguatan ketahanan kesehatan nasional dan lebih meningkatkan kerja sama lintas sektor. Juga menjadi ajang bagi Indonesia untuk berbagi praktik terbaik dalam pencapaian ketahanan kesehatan global dan nasional.

Puan juga mengatakan perubahan iklim dan peningkatan resistensi anti-mikroba telah mendorong peningkatan munculnya new-emerging diseases dan re-emerging diseases yang berpotensi pandemik dengan karakteristik risiko kematian yang tinggi dan penyebaran yang sangat cepat.

Globalisasi yang mengakibatkan peningkatan mobilitas manusia dan hewan lintas negara serta perubahan gaya hidup manusia juga telah berkontribusi mempercepat proses penyebaran wabah menjadi ancaman keamanan kesehatan global.

Peningkatan ancaman keamanan kesehatan global tersebut menjadi ancaman serius bagi sistem kesehatan nasional dan mengakibatkan kerusakan besar bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Data Bank Dunia menunjukkan, outbreak wabah ebola di Guinea, Liberia, dan Sierra Leone pada tahun 2014 mengakibatkan pertumbuhan negatif perekonomian ketiga negara tersebut lebih dari setengah pertumbuhan ekonomi sebelum outbreak.

Untuk itu, Puan Maharani beherharap pertemuan GHSA Bali akan menjadi momentum untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah untuk mengimplementasikan secara penuh IHR (2005), antara lain penyelesaian Rencana Aksi Nasional Keamanan Kesehatan Global, penguatan kelembagaan di pusat dan daerah melalui penuntasan Instruksi Presiden tentang Peningkatan Kemampuan dalam Mencegah, Mendeteksi, dan Merespons Wabah Penyakit, Pandemi Global dan Kedaruratan Nuklir, Biologi, dan Kimia (saat ini telah sampai di Kantor Presiden).

Juga Pengarusutamaan Keamanan Kesehatan Global dalam pembangunan nasional, penyediaan anggaran khusus bagi Keamanan Kesehatan Global, sosialisasi dan simulasi penanganan pandemi, serta pengetahuan mengenai Keamanan Kesehatan Global pada pendidikan formal, informal dan non-formal.

Sementara Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek mengatakan pertemuan tersebut merupakan pertemuan tahunan dan tertinggi dalam forum GHSA dengan tujuan meningkatkan komitmen negara dalam mencapai ketahanan kesehatan global, regional, dan nasional, sekaligus sebagai upaya berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam upaya mencegah, mendeteksi, dan merespons cepat berbagai penyakit menular berpotensi wabah.

Nila Moeloek menjelaskan, prtemuan itu akan meningkatkan komitmen negara dalam mengatasi ancaman keamanan kesehatan global melalui peluncuran GHSA 2024 Framework dan pengesahan Deklarasi Bali.

Selain dalam bentuk pleno yang terbagi ke dalam 5 sesi yang membahas Advancing Global Partnership pada tingkat global, regional dan nasional serta koordinasi action packages, pertemuan ini juga akan digelar 8 side events dan 4 back-to-back meeting.

“Jadi, saya harap pertemuan ini dapat berjalan dengan lancar dan dengan keindahan alam Bali dapat menjadi inspirasi para peserta dalam mengikuti agenda tahunan ini,” pungkasnya. (*)